Showing posts with label tamat. Show all posts
Showing posts with label tamat. Show all posts

One Day With You

Monday, December 24, 2012

One Day With You
***

“Ini sudah waktunya kamu pergi?” Panggil seorang lelaki berbaju putih itu pada seorang pemuda yang sedari tadi berdiri memandang kearah kasur dengan tatapan kosong. Di kasur itu terbaring remaja tampan,bau rumah sakit dan obat2an sangat terasa kala itu.

Remaja tampan yang terbaring di rumah sakit itu di penuhi dengan alat2 rumah sakit yang menempel di tubuhnya yang membuatnya tetap bertahan hidup.

Entah apa yang ada dipikiran pemuda itu,matanya agak sayu,dia membalikanya badannya dan memandang lelaki yang berbaju putih yang sedang menatapnya tajam. Kemudian dia tersenyum lemah pada lelaki berbaju putih.
“hari ini ya?”
“iya hari ini,kamu sudah siap semuanya?”
“hum….tapi maukah kamu mendengarkan permintaan egoisku kali ini saja?”
“baiklah”
_keesokan harinya_
‘ahhhhh akhirnya sampai juga’pikir seorang pemuda yang membanting tubuhnya kekasurnya yang empuk.
Hum liburan sekolah selama 2 seminggu benar2 menguras tenaganya,bagaimana tidak,selama 2 minggu liburannnya dia habiskan dengan hiking ke gunung rinjani. Pikiran dan tubuhnya benar2 lelah.
Sebenarnya bukan keinginannya untuk mendaki gunung rinjani yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia,ini semua adalah perbuatan ayah dan ibunya yang merupakan seorang pecinta traveling,Yang memaksanya untuk naik ke gunung itu. Padahal dia sudah menjadwal semua kegiatannya selama 2 minggu bersama teman baiknya,tapi rencana itu batal begitu saja ketika kedua orang tuanya menyeretnya untuk ikut mendaki gunung rinjani,sehingga membuat semua rencananya berantakan begitu saja.
Selain pikiran dan tubuhnya yang lelah,hatinya juga merasa lelah. Jujur saja dia kecewa dan marah,sahabat baiknya yang berjanji akan ikut bersama mendaki rinjani membatalkan janjinya karena dia harus menyusul orang tuanya ke bogor dan tidak juga menyusulnya ke rinjani. Dia benar2 marah tapi apa boleh buat dia tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada sahabat baiknya.
‘ck daripada mikirin itu lebih baik aku tidur’ucapnya pelan,dia tak mau memikirkan yang rumit2 untuk saat ini. Seluruh tubuhnya sudah sangat lelah dia ingin tidur untuk mencharger kembali energinya yang hilang. Besok,semester awal sudah dimulai dia tak mau kesiangan hanya kelelahan yang dialaminya.

Namun belum sempat dia memejamkan matanya,tiba2 dia merasa ada tubuhnya menjadi berat dan sulit dibangunkan. Seseorang tengah mendudukinya dan dia tau siapa itu.
“please van gw cape gw mau tidur”ucapnya pelan
“lo masih marah ama gw ka?”
“tau akh”
“sori deh,gw bener2 minta maaf ama lo. Gw gak bisa nyusul lo ke rinjani soalnya nyokap ama bokap gw minta gw jemput mereka di bogor”
“brisik lo gw mau tidur”
“please maafin gw ka”
“hum”
“gini deh,sebagai permintaan maaf gw ama lo kita kencan hari ini seharian gw yang bayar”
“ikh kencan ama lo???? Gak ada asik2nya tau kencan ama lo”
“ayolah kafka,masa lo gak mau sih nemenin gw seharian ini…gw janji deh gakkan maksa lo setelah ini please…”
“hum”
“ka”
“……”
“kafka”
“……”
“WOI KAFKA”
“iya2 berisik amat sih lo,udah lo tunggu dibawah gw mau ganti baju”
“gw tunggu di bawah ya darling sayang”ucap revan sahabatnya itu sambil mengecup pipi kafka
“REVAN SARAP LO”
Revan langsung berlari setelah mencium pipi kafka,ketika revan sudah keluar dari kamar kafka,pipi kafka langsung memerah,jujur saja kafka memiliki perasaan yang seharusnya tak dimiliki oleh pria seperti dirinya. Dia mencintai sahabatnya sendiri, tentu saja dia tahu kalau dia tidak boleh memendam perasaan seperti ini apalagi pada sahabatnya sendiri. Tapi apa daya perasaannya pada sahabatnya itu sudah terlanjur tumbuh dan berkembang menjadi perasaan yang lebih dari sekedar sayang pada sahabat.

REVAN KHARISMA adalah lelaki yang selama ini selalu mengganggu pikirannya pikiran seorang kafka.
Hum klo dilihat revan memang anak yang cukup mencolok,dia adalah ketua osis,dia juga memiliki paras tampan dan tubuh yang atletis. Dengan tinggi 180 cm dan berat badan 71 kg,kulit coklat sawo matang, dengan rambut pendek dan tipis membuatnya jadi incaran para wanita. Selain badannya yang ideal revan juga memiliki otak yang cemerlang. Baru2 ini saja dia mengikuti olimpiade fisika sebagai perwakilan di sekolahnya belum lagi kemampuan olahraga dia yang tak usah diragukan lagi. Revan juga memiliki attitude yang baik sehingga dia di sukai oleh siapa saja baik lelaki maupun perempuan yang salah satunya adalah kafka.
Kafka hanyalah anak lelaki biasa yang memiliki tinggi 172 cm dan berat badan 63 kg,dia tidak memiliki kemampuan sehebat revan. Sebenarnya paras kafka cukup menawan,dia memiliki paras sebagai seorang androgini,adakalanya dia menjadi remaja lelaki yang tampan namun tak jarang juga kafka menunjukan sisi cantik dia. Paras kafka memang dapat menembus batasan antara laki2 dan wanita. Hal ini sedikit membuat kafka repot,pasalnya dia jadi sering mendapat pengakuan cinta bukan hanya dari kaum hawa tetapi juga dari kaum adam. Karena ini juga lah kepribadian kafka agak kasar dan terkesan cuek pada semua orang.
Revan tau benar sifat kafka yang satu ini,mereka sudah kenal sejak smp. Tidak mudah memang untuk revan mendekati kafka yang dingin dan kasar itu. Butuh waktu 1 tahun agar kafka mau menjadikannya sahabat baik. Kadang orang2 sekeliling mereka merasa agak aneh dengan persabatan mereka,dimana ada kafka disana ada revan begitu juga sebaliknya. Hanya revan saja yang masih bertahan dengan sikap kasar kafka. Kafka sebenarnya bukan orang yang jahat dia hanya lelah dengan pendapat orang tentang wajah androgini nya itu,jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain kalau tidak perlu.
Karena kegigihan revan itu pula yang menyebabkan kafka menjadi jatuh cinta pada sahabatnya itu,tidak mudah bagi kafka untuk menahan perasaannya pada revan,dia tak mau persahabatnya dengan revan hancur begitu saja hanya karena dia menyatakan perasaannya pada dia,meski dia tau konsekunsi yang harus dia dia dapat adalah melihat revan pacaran dengan wanita. Kafka sudah biasa melihat temannya itu mengenalkan pacar barunya padanya,meski biasa bukan berarti dia tak sakit melihatnya.
Dengan t-shirt hitam,jaket dan celana jeans yang dikenakan,kafka segera turun kebawah menemui sahabatnya itu.
“lo tuh yak lo dandan lama banget kayak cewe”sewot revan padanya yang sudah menunggu lama,maklum saja kafka memang meiliki kebiasaan dandan yang cukup lama,kafka hanya tersenyum melihat revan. Dia tak mau bertengkar dengan revan hari ini,entahlah apa yang membuat dia berpikiran seperti itu atau mungkin karena dia sudah lelah dengan perjalanan dia hiking ke gunung rinjani dia tak tau.
“gw males berdebat ama lo van,gw lagi cape banget”
“ya udah ayo berangkat”
Revan dan kafka berjalan menuju mobil revan,kafka memasang seatbeltnya. Dan akhirnya mobil itu jalan. Selama perjalanan revan lebih banyak bicara tentang liburannya bersama orang tuanya sementara kafka lebih banyak diam. Keadaan ini memang agak kurang biasa karena biasanya kafka lah yang banyak bercerita sementara revan yang banyak diam. Mata kafka sudah tak sanggup lagi menahan kantuk,sehingga akhirnya dia tertidur.
“ka,ngomong dong masa gw sendiri yang ngoceh sendiri kayak orang gila”tanya revan,namun tak ada balasan dari kafka membuat revan melirikan matanya kea rah kafka.
Revan hanya tersenyum melihat sahabatnya itu terlelap dengan nyeyaknya
“ I know you are tired but just for this day,just one day I wanna have u”ucap revan pelan sambil menyibakan rambut kafka yang menutupi kelopak matanya.
_1 hours later_
Kafka membelalakan matanya,dia mengucek kedua matanya namun yang ada di hadapanya bukanlah ilusi semata. Sungguh dia tak menyangka kalau sahabat baiknya itu akan membawanya ke tempat ini,bagaimana kau tidak kaget ketika kamu dibangunkan dan ketika kamu membuka mata kamu sudah ada di theme park alias taman bermain dufan alias dunia fantasi.
“van….lo gak lagi mempermainkan gw kan”
“gak kok kenapa yang?”
“van otak lo gak lagi error kan”
“emang kenapa sih ,kok kayaknya lo speechless banget…ah atau jangan2 lo tersepona yang kamu terharu aku membawa ketempat gini ya yang? ”
“tersepona otakmu peyang,ngapain sih van lo ngajak gw kesini”
“kan gw udah bilang gw mau kencan ama lo”
“emang gak bisa kita jalan ke tempat lain selain dufan”
“akh lo mah kebanyakan ngomong,udah masuk aja”
Revan menarik lembut tangan kafka,tentu saja hal ini membuat kafka berdebar debar,tapi ketika pandangan orang2 yang aneh pada mereka ,kafka berhenti
“kenapa??”
“gak usah pegang tangan”
“lo kenapa??”
“orang2 mandang kita aneh van,jadi lepasin tangan gw”
Bukannya melepaskan revan malah makin mencengkram erat tangan kafka.
“gak usah peduliin pandangan orang2,emangnya mereka siapa?”
“tapi kan ntar kita disangka pasangan gay?”
“sejak kapan kamu peduli dengan pendapat orang,udah deh yuk masuk”
Ini adalah salah satu hal yang membuat kafka makin jatuh cinta pada revan,sudah banyak orang yang menyangka mereka pasangan gay,tapi revan sama sekali tak ambil peduli malah sering kali revan malah menambah parah gosip2 yang sudah berseliweran. Dengan sengaja revan mencium pipi kafka,kadang2 juga memegang lembut tangan kafka,bahkan tak jarang kafka sering di sexual harrasement oleh revan yang tentu saja membuat kafka marah besar dengan kejailan revan.
Semua permainan wahana di dufan mereka naiki dari yang soft seperti bianglala sampai yang hard seperti tornado atau halilintar.
Sudah 3 jam mereka ada disana,tertawa,tersenyum dan menghabiskan waktu bersama sungguh hari yang menyenangkan. Mereka bermain sampai kelelahan sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang.
Memang waktu sudah menunjukan pukul 2 siang,mereka memutuskan untuk makan siang di salah satu kafe di Jakarta sebelum melanjutkan ‘kencan’ mereka.
Tujuan kedua mereka adalah kebun binatang ragunan.
“van kenapa sih kita jalan2 kesini??mau jenguk saudara lo? ”
“sialan lo ka, ya gak lah kan jarang2 kita main kesini ka”
“iya sih tapi kenapa mesti keragunan?”
“kamu maunya kemana yang,outbond??”
“yang yang kepala kamu peyang ????lo kenapa sih van?? Dari tadi sikap lo tuh aneh banget”
“aneh gimana sih yang perasaan aku biasa aja deh”
“nah ntu pake bahasa aku-kamu bukan gw- lo belum lagi yang yang yang kenapa sih lo van??? Ada baut yang lepas di otakmu ya”
“ka,Cuma untuk hari,hari ini aja aku mau kamu dan aku kencan sebagai pasangan”
“hah???otak lo memang udah error dah van udah yuk pulang dulu kerumah kayaknya lo kurang istirahat sampai lo ngelantur kayak gitu”
“ka please,aku gak cape kok,Cuma hari ini saja aku ingin kamu jadi pacar aku….aku pingin kita jalan2 dan bersenang2…”
“kamu mau kita jadi pasangan gay beneran??”
“please ka Cuma hari ini aja”
“ya udah klo itu mau lo,gw gak tau apa yang ngebuat hari ini lo aneh banget gw bakal nurutin semua kemauan lo deh”
“klo gitu jangan panggil lo – gw lagi dung ”
“iya2 van”
“pokoknya hari ini harus jadi kenangan yang gak terlupakan buat aku dan kamu ok yang”
Kafka hanya tersenyum lembut pada sahabatnya itu,meski dia tak mengerti apa yang telah terjadi pada revan,tapi dia sunggguh senang dengan kata2 revan yang bilang klo hari ini adalah hari kencan mereka,sungguh dia bahagia meski status dia sebagai kekasih revan hanya 1 hari tapi dia ingin hari ini menjadi kenangan tak terlupakannya seumur hidupnya.
Setelah 2 jam puas ,mereka melihat2 di kebun binatang ragunan,mereka kemudian pergi lagi.
Mereka pergi nonton,main di game center,belanja,foto di fotobox sampai keliling Jakarta. Mereka habiskan waktu ini dengan bersama selayaknya pasangan yang sedang kasmaran. Kafka dan revan sudah tak peduli lagi dengan padangan aneh orang2 yang menatap mereka. Mereka ingin hari ini menjadi hari yang bahagia untuk mereka.
Tempat terakhir yang mereka kunjungi adalah puncak,disana revan ingin menunjukan bukit dimana dia dan kafka melihat banyak bintang. Diatas bukit itu mereka duduk berdua,kafka meyenderkan kepalanya di bahu revan sementara revan mengelus – elus kepala kafka dengan lembut
“yang kamu tau hari ini adalah hari yang bahagia buat aku”
“hum”
“makasih ya yang kamu udah mau nurutin kemauan egois aku yang kayak gini,aku tau kamu capek habis hiking dari gunung rinjani tapi kamu tetep mau nemenin dan ngikutin kemauan egois aku”
“iya sama2 van,hari ini aku juga seneng banget bisa bareng kamu”
“yang,kamu tau kalau aku gak ada kamu jangan sedih ya,kamu boleh nangis tapi jangan terus2an nanti aku juga ikut sedih”
“kamu ini ngomong apa sih van,ya aku sedih lah klo kamu gak ada”
“yang,kamu tau aku tuh sayang banget sama kamu…aku ingin kamu hidup bahagia aku ingin kamu terus maju kedepan apapun yang terjadi,aku akan selalu jagain kamu karena itu kamu gak usah takut sendirian yang”
“van kenapa kamu ngomong seolah-olah kamu akan pergi ninggalin aku”tanya kafka penasaran,sejak tadi perkataan revan terlalu memutar-mutar,kata2 revan seolah2 revan akan pergi dari sisinya,kafka tidak mau itu terjadi meski revan hanya menganggapnya hanya sebagi seorang sahabat dia tak mau klo sampai harus kehilangan revan.
Kafka membalikan tubuhnya dan menatap revan dengan penuh tanda tanya,revan hanya tersenyum mendengar pernyataan kekasihnya itu. Dia mengambil sesuatu dari saku celananya dan memasang kalung dengan sepasang cincin sebagai liontinnya
“ini apa van??”
“kalung ini menandakan bahwa aku pernah hadir dalam hidup kamu,bahwa aku pernah menjadi bagian dari hidup kamu,kalung ini akan selalu menjadi pengingat kamu,yang ”
“my heart is always yours,my soul will always protect u R&K”ucap kafka pelan ketika dia membaca tulisan yang ada di cincin yang di jadikan liontin itu
“cincin ini membuktikan kesetiaan cinta aku sama kamu,siapapun orang yang pernah singgah dalam hidup aku, hati aku Cuma punya kamu….dan aku akan selalu jagain kamu yang”revan menjeleskan pelan sambil menempelkan keningnya di kening kafka
“inget ya yang,kamu harus janji sama aku,kamu harus jadi orang yang bahagia,kamu harus terus melangkah kedepan jangan berhenti hanya karena aku gak ada….jangan pedulikan kata2 orang lain,kamu harus buktiin sama aku kalau kamu mampu menjadi orang yang bahagia tanpa aku…aku akan selalu jagain kamu,aku akan selalu liat kamu yang”
“van,kamu mau pergi ninggalin aku???kenapa kamu ngomong kayak gitu”
Revan hanya tersenyum dan memberikan kelingkingnya
“janji ya yang kamu harus bisa bahagia tanpa aku”
“kenapa??”
“kamu harus janji dulu”
“iya aku janji,aku akan bahagia meski tanpa kamu”balas kafka pelan lalu dia menautkan kelingkingnya di kelingking revan
“good boy….you are always be my special person and my beautiful baby for me that’s why I want u to be happiness although without me”ucap revan sambil mendekatkan wajahnya pada kafka.
Bibir mereka saling berpaut,bukan ciuman yang agresif namun ciuman lembut dimana perasaan cinta ada disana. Revan memperdalam ciumannya pada kafka masih dalam ciuman lembut,kemudian revan menyudahi ciuman itu.
“pulang yuk udah malam”
Sekitar pukul 11.30 mereka sampai dirumah kafka,revan mengantar kafka sampai depan pagar,sebelum kafka masuk rumah,revan mencium lembut kening kafka dan mengucapkan selamat tinggal pada kafka.
Malam itu adalah malam yang indah bagi revan maupun kafka,kafka begitu bahagia meski dengan perkataan revan yang aneh tapi dia bahagia. Dia bahagia karena hati revan hanya untuknya. Dan diapun terlelap dengan mimpi indahnya.
Sementara itu…..
“sudah puas”ucap tiba2 lelaki yang tiba2 muncul dihadapan revan
“iya thanks ya”
“kamu gak bilang padanya?”
“nanti dia juga akan tau”senyum revan
“kamu bahagia dengan kayak gini”
“iya aku sangat bahagia,sekali lagi makasih ya……aku gak sangka ternyata dewa kematian mau mendengarkan keegoisanku”
“aku gak mau membawamu yang penuh penyesalan,Cuma merepotkan aku nantinya….”
“bye-bye my love”
Kemudian keduanya menghilang…..
Keesokan harinya kafka bangun dengan penuh semangat menyambut hari baru di sekolahnya,dia tak sabar untuk bertemu dengan revan lagi,satu hari kemarin sungguh menyenangkan..
Sesampainya disekolah dia tidak melihat revan
‘aneh biasanya dia datang paling pagi,dia kan ketua osis harusnya dia sibukan di awal sekolah kayak gini….apa mungkin dia kesiangan’pikir kafka
Belum selesai pikiran kafka tiba2 teman2 kafka yang melihat kafka,langsung berlari dan memeluk kafka dengan erat dia tak tahu apa yang terjadi.
“ka….ini emang berat banget buat lo,tapi lo harus sabar ya ka…kita2 disini ada buat lo ka”
“kalian kenapa sih??”
“ka…..revan meninggal tadi malem”
Bagai petir di siang bolong hati kafka hancur mendengar perkataan salah satu temannya.
“jangan bercanda deh kalian”
“kita gak bercanda ka,revan meninggal tadi malem”
“ke…..kenapa…..tadi malem dia masih sama gw,kemarin bahkan kita habis main bareng”
Semua menatap kafka dengan wajah heran…
“ka…kita tau kamu pasti terpukul banget karena kematian revan tapi kamu gak boleh kayak gini”
“maksud lo apa????”
“ka,revan gak mungkin main sama lo kemarin”
“gak gw kemarin main ama dia kok”
“itu gak mungkin ka….”
“kenapa gak mungkin?”
“ka…seminggu yang lalu revan kecelakaan motor waktu dia pulang dari bogor,dan selama seminggu itu dia koma ka jadi gak mungkin kemarin dia main sama lo sementara dia aja lagi koma di rumah sakit”
Mata kafka panas airmata tak tertahankan lagi keluar dari matanya….
‘jadi ini maksud perkataan revan kemarin……’
Kafka segera berlari kerumah sakit tempat revan meninggal,tubuhnya langsung lemas ketika melihat revan telah tertutupi kain putih,dia menangis sekencang-kencangnya,perasaannya hancur melihat yang di kasihinya sudah tidak ada.
Kafka masih berdiri di pusara revan,dia masih ingin berada di dekat kekasihnya,entah ilusi atau bukan kafka melihat revan tersenyum padanya.
“keep your promise baby”bisik revan pelan sambil mencium bibir kafka kemudian bayangan revanpun menghilang,kafka tak mampu lagi membendung air matanya…
‘Kali ini saja….kali ini saja biarkan aku menangis dan bersedih van…..lalu aku akan kembali tersenyum padamu……’


Sebuah tangan besar melingkar di leher kafka,ketika dia sedang memandang foto dirinya dan revan sambil menangis….
Hembusan nafas di tengkuk kafka,dan ciuman manis di lehernya membuat dia tersadar dari lamunannya
“hari ini ultah revan ya yang??”
“iya rion,hari ini ultah revan”
“hari ini kamu mau aku temenin atau kamu sendirian ke tempat revan yang??”
“temenin aku ya yang”
“ok,tapi aku tunggu di tempat biasa ya yang,aku gak mau ganggu acara kencan kamu ama revan,nanti kalau udah selesai telepon aku aja”
“iya yang”
“kamu harus dandan yang caem yang,kan kamu mau ketemu ayang revan”
“hum”
“ok deh yang aku siapin mobil dulu ya”ucap rion sambil sekilas mencium bibir kafka.
Rion dan kafka adalah sepasang kekasih yang saling melengkapi,keduanya sama2 pernah kehilangan orang yang dicintainya sehingga keduanya saling mengisi satu sama lain.
Keduanya sepakat meski mereka saling mencintai satu sama lain tapi hati mereka tidak bisa sepenuhnya milik mereka,setengah hati mereka telah terisi dan terbawa oleh orang yang mereka cintai.
Rion oleh dafa dan kafka oleh revan.
Hanya revan yang boleh mengisi setengah hati kafka dan hanya dafa yang boleh mengisi setengah hati rion.
Rion akan membiarkan kafka melepaskan kasih sayangnya pada revan baik ketika ulang tahun revan ataupun peringatan kematian revan karena di hari itu,kafka sepenuhnya milik revan,begitu juga sebaliknya kafka akan membiarkan rion untuk melepaskan sayangnya pada dafa di hari ulang tahun dafa ataupun hari kematiannya.
Hanya kepada revanlah rion akan meperbolehkan kekasihnya itu berbagi cinta,dan hanya kepada dafalah kafka mau diduakan oleh kekasihnya.
Mereka sama2 pernah merasakan kehilangan atas orang yang dincintainya,sehingga tak ada rasa iri yang terbesit di hati mereka ketika salah satu diantara mereka tengah tenggelam dalam kisah masa lalunya atau memikirkan pasangannya di masa lalu.
Mereka saling mengerti satu sama lain,karena revan dan dafa adalah bagian dari mereka yang takkan bisa lepas dari ingatan mereka…..
‘kamu tau van,satu hari bersamamu waktu itu sungguh sangat meyenangkan untukku,dan aku sudah memenuhi janjiku untuk bahagia tanpa kamu dan terus maju kedepan…thanks van atas semua yang kamu kasih sama aku aku bahagia….i love u my other half’
“Ini sudah waktunya kamu pergi?” Panggil seorang lelaki berbaju putih itu pada seorang pemuda yang sedari tadi berdiri memandang kearah kasur dengan tatapan kosong. Di kasur itu terbaring remaja tampan,bau rumah sakit dan obat2an sangat terasa kala itu.
Remaja tampan yang terbaring di rumah sakit itu di penuhi dengan alat2 rumah sakit yang menempel di tubuhnya yang membuatnya tetap bertahan hidup.
Entah apa yang ada dipikiran pemuda itu,matanya agak sayu,dia membalikanya badannya dan memandang lelaki yang berbaju putih yang sedang menatapnya tajam. Kemudian dia tersenyum lemah pada lelaki berbaju putih.
“hari ini ya?”
“iya hari ini,kamu sudah siap semuanya?”
“hum….tapi maukah kamu mendengarkan permintaan egoisku kali ini saja?”
“baiklah”
_keesokan harinya_
‘ahhhhh akhirnya sampai juga’pikir seorang pemuda yang membanting tubuhnya kekasurnya yang empuk.
Hum liburan sekolah selama 2 seminggu benar2 menguras tenaganya,bagaimana tidak,selama 2 minggu liburannnya dia habiskan dengan hiking ke gunung rinjani. Pikiran dan tubuhnya benar2 lelah.
Sebenarnya bukan keinginannya untuk mendaki gunung rinjani yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Indonesia,ini semua adalah perbuatan ayah dan ibunya yang merupakan seorang pecinta traveling,Yang memaksanya untuk naik ke gunung itu. Padahal dia sudah menjadwal semua kegiatannya selama 2 minggu bersama teman baiknya,tapi rencana itu batal begitu saja ketika kedua orang tuanya menyeretnya untuk ikut mendaki gunung rinjani,sehingga membuat semua rencananya berantakan begitu saja.

Selain pikiran dan tubuhnya yang lelah,hatinya juga merasa lelah. Jujur saja dia kecewa dan marah,sahabat baiknya yang berjanji akan ikut bersama mendaki rinjani membatalkan janjinya karena dia harus menyusul orang tuanya ke bogor dan tidak juga menyusulnya ke rinjani. Dia benar2 marah tapi apa boleh buat dia tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada sahabat baiknya.
‘ck daripada mikirin itu lebih baik aku tidur’ucapnya pelan,dia tak mau memikirkan yang rumit2 untuk saat ini. Seluruh tubuhnya sudah sangat lelah dia ingin tidur untuk mencharger kembali energinya yang hilang. Besok,semester awal sudah dimulai dia tak mau kesiangan hanya kelelahan yang dialaminya.
Namun belum sempat dia memejamkan matanya,tiba2 dia merasa ada tubuhnya menjadi berat dan sulit dibangunkan. Seseorang tengah mendudukinya dan dia tau siapa itu.
“please van gw cape gw mau tidur”ucapnya pelan
“lo masih marah ama gw ka?”
“tau akh”
“sori deh,gw bener2 minta maaf ama lo. Gw gak bisa nyusul lo ke rinjani soalnya nyokap ama bokap gw minta gw jemput mereka di bogor”
“brisik lo gw mau tidur”
“please maafin gw ka”
“hum”
“gini deh,sebagai permintaan maaf gw ama lo kita kencan hari ini seharian gw yang bayar”
“ikh kencan ama lo???? Gak ada asik2nya tau kencan ama lo”
“ayolah kafka,masa lo gak mau sih nemenin gw seharian ini…gw janji deh gakkan maksa lo setelah ini please…”
“hum”
“ka”
“……”
“kafka”
“……”
“WOI KAFKA”
“iya2 berisik amat sih lo,udah lo tunggu dibawah gw mau ganti baju”
“gw tunggu di bawah ya darling sayang”ucap revan sahabatnya itu sambil mengecup pipi kafka
“REVAN SARAP LO”
Revan langsung berlari setelah mencium pipi kafka,ketika revan sudah keluar dari kamar kafka,pipi kafka langsung memerah,jujur saja kafka memiliki perasaan yang seharusnya tak dimiliki oleh pria seperti dirinya. Dia mencintai sahabatnya sendiri, tentu saja dia tahu kalau dia tidak boleh memendam perasaan seperti ini apalagi pada sahabatnya sendiri. Tapi apa daya perasaannya pada sahabatnya itu sudah terlanjur tumbuh dan berkembang menjadi perasaan yang lebih dari sekedar sayang pada sahabat.

REVAN KHARISMA adalah lelaki yang selama ini selalu mengganggu pikirannya pikiran seorang kafka.
Hum klo dilihat revan memang anak yang cukup mencolok,dia adalah ketua osis,dia juga memiliki paras tampan dan tubuh yang atletis. Dengan tinggi 180 cm dan berat badan 71 kg,kulit coklat sawo matang, dengan rambut pendek dan tipis membuatnya jadi incaran para wanita. Selain badannya yang ideal revan juga memiliki otak yang cemerlang. Baru2 ini saja dia mengikuti olimpiade fisika sebagai perwakilan di sekolahnya belum lagi kemampuan olahraga dia yang tak usah diragukan lagi. Revan juga memiliki attitude yang baik sehingga dia di sukai oleh siapa saja baik lelaki maupun perempuan yang salah satunya adalah kafka.
Kafka hanyalah anak lelaki biasa yang memiliki tinggi 172 cm dan berat badan 63 kg,dia tidak memiliki kemampuan sehebat revan. Sebenarnya paras kafka cukup menawan,dia memiliki paras sebagai seorang androgini,adakalanya dia menjadi remaja lelaki yang tampan namun tak jarang juga kafka menunjukan sisi cantik dia. Paras kafka memang dapat menembus batasan antara laki2 dan wanita. Hal ini sedikit membuat kafka repot,pasalnya dia jadi sering mendapat pengakuan cinta bukan hanya dari kaum hawa tetapi juga dari kaum adam. Karena ini juga lah kepribadian kafka agak kasar dan terkesan cuek pada semua orang.

Revan tau benar sifat kafka yang satu ini,mereka sudah kenal sejak smp. Tidak mudah memang untuk revan mendekati kafka yang dingin dan kasar itu. Butuh waktu 1 tahun agar kafka mau menjadikannya sahabat baik. Kadang orang2 sekeliling mereka merasa agak aneh dengan persabatan mereka,dimana ada kafka disana ada revan begitu juga sebaliknya. Hanya revan saja yang masih bertahan dengan sikap kasar kafka. Kafka sebenarnya bukan orang yang jahat dia hanya lelah dengan pendapat orang tentang wajah androgini nya itu,jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain kalau tidak perlu.

Karena kegigihan revan itu pula yang menyebabkan kafka menjadi jatuh cinta pada sahabatnya itu,tidak mudah bagi kafka untuk menahan perasaannya pada revan,dia tak mau persahabatnya dengan revan hancur begitu saja hanya karena dia menyatakan perasaannya pada dia,meski dia tau konsekunsi yang harus dia dia dapat adalah melihat revan pacaran dengan wanita. Kafka sudah biasa melihat temannya itu mengenalkan pacar barunya padanya,meski biasa bukan berarti dia tak sakit melihatnya.
Dengan t-shirt hitam,jaket dan celana jeans yang dikenakan,kafka segera turun kebawah menemui sahabatnya itu.
“lo tuh yak lo dandan lama banget kayak cewe”sewot revan padanya yang sudah menunggu lama,maklum saja kafka memang meiliki kebiasaan dandan yang cukup lama,kafka hanya tersenyum melihat revan. Dia tak mau bertengkar dengan revan hari ini,entahlah apa yang membuat dia berpikiran seperti itu atau mungkin karena dia sudah lelah dengan perjalanan dia hiking ke gunung rinjani dia tak tau.
“gw males berdebat ama lo van,gw lagi cape banget”
“ya udah ayo berangkat”
Revan dan kafka berjalan menuju mobil revan,kafka memasang seatbeltnya. Dan akhirnya mobil itu jalan. Selama perjalanan revan lebih banyak bicara tentang liburannya bersama orang tuanya sementara kafka lebih banyak diam. Keadaan ini memang agak kurang biasa karena biasanya kafka lah yang banyak bercerita sementara revan yang banyak diam. Mata kafka sudah tak sanggup lagi menahan kantuk,sehingga akhirnya dia tertidur.
“ka,ngomong dong masa gw sendiri yang ngoceh sendiri kayak orang gila”tanya revan,namun tak ada balasan dari kafka membuat revan melirikan matanya kea rah kafka.
Revan hanya tersenyum melihat sahabatnya itu terlelap dengan nyeyaknya
“ I know you are tired but just for this day,just one day I wanna have u”ucap revan pelan sambil menyibakan rambut kafka yang menutupi kelopak matanya.
_1 hours later_
Kafka membelalakan matanya,dia mengucek kedua matanya namun yang ada di hadapanya bukanlah ilusi semata. Sungguh dia tak menyangka kalau sahabat baiknya itu akan membawanya ke tempat ini,bagaimana kau tidak kaget ketika kamu dibangunkan dan ketika kamu membuka mata kamu sudah ada di theme park alias taman bermain dufan alias dunia fantasi.
“van….lo gak lagi mempermainkan gw kan”
“gak kok kenapa yang?”
“van otak lo gak lagi error kan”
“emang kenapa sih ,kok kayaknya lo speechless banget…ah atau jangan2 lo tersepona yang kamu terharu aku membawa ketempat gini ya yang? ”
“tersepona otakmu peyang,ngapain sih van lo ngajak gw kesini”
“kan gw udah bilang gw mau kencan ama lo”
“emang gak bisa kita jalan ke tempat lain selain dufan”
“akh lo mah kebanyakan ngomong,udah masuk aja”
Revan menarik lembut tangan kafka,tentu saja hal ini membuat kafka berdebar debar,tapi ketika pandangan orang2 yang aneh pada mereka ,kafka berhenti
“kenapa??”
“gak usah pegang tangan”
“lo kenapa??”
“orang2 mandang kita aneh van,jadi lepasin tangan gw”
Bukannya melepaskan revan malah makin mencengkram erat tangan kafka.
“gak usah peduliin pandangan orang2,emangnya mereka siapa?”
“tapi kan ntar kita disangka pasangan gay?”
“sejak kapan kamu peduli dengan pendapat orang,udah deh yuk masuk”
Ini adalah salah satu hal yang membuat kafka makin jatuh cinta pada revan,sudah banyak orang yang menyangka mereka pasangan gay,tapi revan sama sekali tak ambil peduli malah sering kali revan malah menambah parah gosip2 yang sudah berseliweran. Dengan sengaja revan mencium pipi kafka,kadang2 juga memegang lembut tangan kafka,bahkan tak jarang kafka sering di sexual harrasement oleh revan yang tentu saja membuat kafka marah besar dengan kejailan revan.
Semua permainan wahana di dufan mereka naiki dari yang soft seperti bianglala sampai yang hard seperti tornado atau halilintar.
Sudah 3 jam mereka ada disana,tertawa,tersenyum dan menghabiskan waktu bersama sungguh hari yang menyenangkan. Mereka bermain sampai kelelahan sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang.
Memang waktu sudah menunjukan pukul 2 siang,mereka memutuskan untuk makan siang di salah satu kafe di Jakarta sebelum melanjutkan ‘kencan’ mereka.
Tujuan kedua mereka adalah kebun binatang ragunan.
“van kenapa sih kita jalan2 kesini??mau jenguk saudara lo? ”
“sialan lo ka, ya gak lah kan jarang2 kita main kesini ka”
“iya sih tapi kenapa mesti keragunan?”
“kamu maunya kemana yang,outbond??”
“yang yang kepala kamu peyang ????lo kenapa sih van?? Dari tadi sikap lo tuh aneh banget”
“aneh gimana sih yang perasaan aku biasa aja deh”
“nah ntu pake bahasa aku-kamu bukan gw- lo belum lagi yang yang yang kenapa sih lo van??? Ada baut yang lepas di otakmu ya”
“ka,Cuma untuk hari,hari ini aja aku mau kamu dan aku kencan sebagai pasangan”
“hah???otak lo memang udah error dah van udah yuk pulang dulu kerumah kayaknya lo kurang istirahat sampai lo ngelantur kayak gitu”
“ka please,aku gak cape kok,Cuma hari ini saja aku ingin kamu jadi pacar aku….aku pingin kita jalan2 dan bersenang2…”
“kamu mau kita jadi pasangan gay beneran??”
“please ka Cuma hari ini aja”
“ya udah klo itu mau lo,gw gak tau apa yang ngebuat hari ini lo aneh banget gw bakal nurutin semua kemauan lo deh”
“klo gitu jangan panggil lo – gw lagi dung ”
“iya2 van”
“pokoknya hari ini harus jadi kenangan yang gak terlupakan buat aku dan kamu ok yang”
Kafka hanya tersenyum lembut pada sahabatnya itu,meski dia tak mengerti apa yang telah terjadi pada revan,tapi dia sunggguh senang dengan kata2 revan yang bilang klo hari ini adalah hari kencan mereka,sungguh dia bahagia meski status dia sebagai kekasih revan hanya 1 hari tapi dia ingin hari ini menjadi kenangan tak terlupakannya seumur hidupnya.
Setelah 2 jam puas ,mereka melihat2 di kebun binatang ragunan,mereka kemudian pergi lagi.
Mereka pergi nonton,main di game center,belanja,foto di fotobox sampai keliling Jakarta. Mereka habiskan waktu ini dengan bersama selayaknya pasangan yang sedang kasmaran. Kafka dan revan sudah tak peduli lagi dengan padangan aneh orang2 yang menatap mereka. Mereka ingin hari ini menjadi hari yang bahagia untuk mereka.
Tempat terakhir yang mereka kunjungi adalah puncak,disana revan ingin menunjukan bukit dimana dia dan kafka melihat banyak bintang. Diatas bukit itu mereka duduk berdua,kafka meyenderkan kepalanya di bahu revan sementara revan mengelus – elus kepala kafka dengan lembut
“yang kamu tau hari ini adalah hari yang bahagia buat aku”
“hum”
“makasih ya yang kamu udah mau nurutin kemauan egois aku yang kayak gini,aku tau kamu capek habis hiking dari gunung rinjani tapi kamu tetep mau nemenin dan ngikutin kemauan egois aku”
“iya sama2 van,hari ini aku juga seneng banget bisa bareng kamu”
“yang,kamu tau kalau aku gak ada kamu jangan sedih ya,kamu boleh nangis tapi jangan terus2an nanti aku juga ikut sedih”
“kamu ini ngomong apa sih van,ya aku sedih lah klo kamu gak ada”
“yang,kamu tau aku tuh sayang banget sama kamu…aku ingin kamu hidup bahagia aku ingin kamu terus maju kedepan apapun yang terjadi,aku akan selalu jagain kamu karena itu kamu gak usah takut sendirian yang”
“van kenapa kamu ngomong seolah-olah kamu akan pergi ninggalin aku”tanya kafka penasaran,sejak tadi perkataan revan terlalu memutar-mutar,kata2 revan seolah2 revan akan pergi dari sisinya,kafka tidak mau itu terjadi meski revan hanya menganggapnya hanya sebagi seorang sahabat dia tak mau klo sampai harus kehilangan revan.
Kafka membalikan tubuhnya dan menatap revan dengan penuh tanda tanya,revan hanya tersenyum mendengar pernyataan kekasihnya itu. Dia mengambil sesuatu dari saku celananya dan memasang kalung dengan sepasang cincin sebagai liontinnya
“ini apa van??”
“kalung ini menandakan bahwa aku pernah hadir dalam hidup kamu,bahwa aku pernah menjadi bagian dari hidup kamu,kalung ini akan selalu menjadi pengingat kamu,yang ”
“my heart is always yours,my soul will always protect u R&K”ucap kafka pelan ketika dia membaca tulisan yang ada di cincin yang di jadikan liontin itu
“cincin ini membuktikan kesetiaan cinta aku sama kamu,siapapun orang yang pernah singgah dalam hidup aku, hati aku Cuma punya kamu….dan aku akan selalu jagain kamu yang”revan menjeleskan pelan sambil menempelkan keningnya di kening kafka
“inget ya yang,kamu harus janji sama aku,kamu harus jadi orang yang bahagia,kamu harus terus melangkah kedepan jangan berhenti hanya karena aku gak ada….jangan pedulikan kata2 orang lain,kamu harus buktiin sama aku kalau kamu mampu menjadi orang yang bahagia tanpa aku…aku akan selalu jagain kamu,aku akan selalu liat kamu yang”
“van,kamu mau pergi ninggalin aku???kenapa kamu ngomong kayak gitu”
Revan hanya tersenyum dan memberikan kelingkingnya
“janji ya yang kamu harus bisa bahagia tanpa aku”
“kenapa??”
“kamu harus janji dulu”
“iya aku janji,aku akan bahagia meski tanpa kamu”balas kafka pelan lalu dia menautkan kelingkingnya di kelingking revan
“good boy….you are always be my special person and my beautiful baby for me that’s why I want u to be happiness although without me”ucap revan sambil mendekatkan wajahnya pada kafka.
Bibir mereka saling berpaut,bukan ciuman yang agresif namun ciuman lembut dimana perasaan cinta ada disana. Revan memperdalam ciumannya pada kafka masih dalam ciuman lembut,kemudian revan menyudahi ciuman itu.
“pulang yuk udah malam”
Sekitar pukul 11.30 mereka sampai dirumah kafka,revan mengantar kafka sampai depan pagar,sebelum kafka masuk rumah,revan mencium lembut kening kafka dan mengucapkan selamat tinggal pada kafka.
Malam itu adalah malam yang indah bagi revan maupun kafka,kafka begitu bahagia meski dengan perkataan revan yang aneh tapi dia bahagia. Dia bahagia karena hati revan hanya untuknya. Dan diapun terlelap dengan mimpi indahnya.
Sementara itu…..
“sudah puas”ucap tiba2 lelaki yang tiba2 muncul dihadapan revan
“iya thanks ya”
“kamu gak bilang padanya?”
“nanti dia juga akan tau”senyum revan
“kamu bahagia dengan kayak gini”
“iya aku sangat bahagia,sekali lagi makasih ya……aku gak sangka ternyata dewa kematian mau mendengarkan keegoisanku”
“aku gak mau membawamu yang penuh penyesalan,Cuma merepotkan aku nantinya….”
“bye-bye my love”
Kemudian keduanya menghilang…..
Keesokan harinya kafka bangun dengan penuh semangat menyambut hari baru di sekolahnya,dia tak sabar untuk bertemu dengan revan lagi,satu hari kemarin sungguh menyenangkan..
Sesampainya disekolah dia tidak melihat revan
‘aneh biasanya dia datang paling pagi,dia kan ketua osis harusnya dia sibukan di awal sekolah kayak gini….apa mungkin dia kesiangan’pikir kafka
Belum selesai pikiran kafka tiba2 teman2 kafka yang melihat kafka,langsung berlari dan memeluk kafka dengan erat dia tak tahu apa yang terjadi.
“ka….ini emang berat banget buat lo,tapi lo harus sabar ya ka…kita2 disini ada buat lo ka”
“kalian kenapa sih??”
“ka…..revan meninggal tadi malem”
Bagai petir di siang bolong hati kafka hancur mendengar perkataan salah satu temannya.
“jangan bercanda deh kalian”
“kita gak bercanda ka,revan meninggal tadi malem”
“ke…..kenapa…..tadi malem dia masih sama gw,kemarin bahkan kita habis main bareng”
Semua menatap kafka dengan wajah heran…
“ka…kita tau kamu pasti terpukul banget karena kematian revan tapi kamu gak boleh kayak gini”
“maksud lo apa????”
“ka,revan gak mungkin main sama lo kemarin”
“gak gw kemarin main ama dia kok”
“itu gak mungkin ka….”
“kenapa gak mungkin?”
“ka…seminggu yang lalu revan kecelakaan motor waktu dia pulang dari bogor,dan selama seminggu itu dia koma ka jadi gak mungkin kemarin dia main sama lo sementara dia aja lagi koma di rumah sakit”
Mata kafka panas airmata tak tertahankan lagi keluar dari matanya….
‘jadi ini maksud perkataan revan kemarin……’
Kafka segera berlari kerumah sakit tempat revan meninggal,tubuhnya langsung lemas ketika melihat revan telah tertutupi kain putih,dia menangis sekencang-kencangnya,perasaannya hancur melihat yang di kasihinya sudah tidak ada.

Kafka masih berdiri di pusara revan,dia masih ingin berada di dekat kekasihnya,entah ilusi atau bukan kafka melihat revan tersenyum padanya.

“keep your promise baby”bisik revan pelan sambil mencium bibir kafka kemudian bayangan revanpun menghilang,kafka tak mampu lagi membendung air matanya…
‘Kali ini saja….kali ini saja biarkan aku menangis dan bersedih van…..lalu aku akan kembali tersenyum padamu……’


Sebuah tangan besar melingkar di leher kafka,ketika dia sedang memandang foto dirinya dan revan sambil menangis….

Hembusan nafas di tengkuk kafka,dan ciuman manis di lehernya membuat dia tersadar dari lamunannya...

“hari ini ultah revan ya yang??”
“iya rion,hari ini ultah revan”
“hari ini kamu mau aku temenin atau kamu sendirian ke tempat revan yang??”
“temenin aku ya yang”
“ok,tapi aku tunggu di tempat biasa ya yang,aku gak mau ganggu acara kencan kamu ama revan,nanti kalau udah selesai telepon aku aja”
“iya yang”
“kamu harus dandan yang caem yang,kan kamu mau ketemu ayang revan”
“hum”
“ok deh yang aku siapin mobil dulu ya”ucap rion sambil sekilas mencium bibir kafka.

Rion dan kafka adalah sepasang kekasih yang saling melengkapi,keduanya sama2 pernah kehilangan orang yang dicintainya sehingga keduanya saling mengisi satu sama lain.

Keduanya sepakat meski mereka saling mencintai satu sama lain tapi hati mereka tidak bisa sepenuhnya milik mereka,setengah hati mereka telah terisi dan terbawa oleh orang yang mereka cintai.cRion oleh dafa dan kafka oleh revan.

Hanya revan yang boleh mengisi setengah hati kafka dan hanya dafa yang boleh mengisi setengah hati rion.

Rion akan membiarkan kafka melepaskan kasih sayangnya pada revan baik ketika ulang tahun revan ataupun peringatan kematian revan karena di hari itu,kafka sepenuhnya milik revan,begitu juga sebaliknya kafka akan membiarkan rion untuk melepaskan sayangnya pada dafa di hari ulang tahun dafa ataupun hari kematiannya.

Hanya kepada revanlah rion akan meperbolehkan kekasihnya itu berbagi cinta,dan hanya kepada dafalah kafka mau diduakan oleh kekasihnya.

Mereka sama2 pernah merasakan kehilangan atas orang yang dincintainya,sehingga tak ada rasa iri yang terbesit di hati mereka ketika salah satu diantara mereka tengah tenggelam dalam kisah masa lalunya atau memikirkan pasangannya di masa lalu.

Mereka saling mengerti satu sama lain,karena revan dan dafa adalah bagian dari mereka yang takkan bisa lepas dari ingatan mereka…..

‘kamu tau van,satu hari bersamamu waktu itu sungguh sangat meyenangkan untukku,dan aku sudah memenuhi janjiku untuk bahagia tanpa kamu dan terus maju kedepan…thanks van atas semua yang kamu kasih sama aku aku bahagia….i love u my other half’ 

THE END 

I'ts too late, to say i love you too

Thursday, December 6, 2012

I'ts too late, to say I love you too

Malam ini hujan begitu deras,keadaan di luar sangat sunyi,angin malam saat itu sangat dingin hingga menusuk kulit. Hampir seluruh penduduk kota tengah tertidur lelap karena dinginnya angin malam ditambah lagi jam sudah menunjukan pukul 1 pagi,namun keheningan itu segera pecah ketika seorang remaja perempuan berteriak histeris dengan kencangnya...
 
“INI SEMUA SALAH LO..KLO BUKAN KARENA KEEGOISAN LO DAFA GAK KAN MATI..DAFA GAK AKAN NINGGALIN GW INI SEMUA SALAH LO RION INI SEMUA SALAH LO…BALIKIN DAFA GW BALIKIN SOBAT BAIK GW ION…..BALIKIN DAFA SAMA GW…” teriak remaja perempuan itu sambil menangis,dia menjerit histeris sambil memukul-mukul seorang remaja lelaki yang usianya hampir sama dengannya,remaja lelaki itu hanya terdiam tak melakukan apa2 juga tak melakukan perlawanan meskipun gadis itu tengah memukul dirinya..

Remaja lelaki lainnya datang mencoba untuk mengehentikan aksi sang gadis,dia menarik sang gadis dan mencoba untuk menenangkannya…

“vy tenang vy”ucap lelaki itu,namun percuma sang gadis masih tetap meronta dan mencoba menghajar lelaki yang ada di hadapannya,mungkin kalau bisa dia ingin membunuh lelaki yang ada di depannya karena lelaki itu telah menyebabkan dia kehilangan sahabat baik dia untuk selamanya…
‘Mata dibayar dengan mata,nyawa di balas dengan nyawa’ mungkin itulah yang ada di pikiran sang gadis kala itu
“PUAS LO SEKARANG…PUAS LO UDAH BUNUH TEMEN GW…PUAS LO DENDAM LO UDAH TERBALAS…SEKARANG UDAH GAK ADA LAGI ORANG YANG BAKAL GANGGU HIDUP LO….ORANG YANG LO BENCI UDAH MATI….PUAS LO RION….JAWAB GW ION JAWAB GW”teriaknya lagi
“vy….silvy,tenang vy….inget kita ada di rumah sakit vy”ucap lelaki yang lain,mencoba sekali lagi menenangkan sang gadis,sang gadis yang bernama silvy itu mencoba menenangkan hatinya,dia sadar klo dia bukan berada di tempat yang tepat untuk menghajar dan menghakimi lelaki yang ada di hadapannya..
Dia mencoba untuk tenang karena sekarang dia berada di rumah sakit,lebih tepatnya dia berada di depan ruang ICU,semua dokter dan suster yang berada di ruang ICU mencoba untuk menenangkannya…
Tapi dia tidak bisa tenang,dia tidak bisa mengontrol emosinya,bagaimana kau bisa mengontrol emosimu ketika dokter mengatakan sahabat baikmu sahabat yang selalu menemanimu telah tiada….dia telah pergi untuk selamanya meninggalkanmu bersama kenangan-kenanganmu bersamanya
Ya sahabat dari SILVYANA WIRAUTAMI,DAFA REKSA PUTRA telah meninggal dunia tepat pukul 1 malam …..
Dan kematian teman baiknya itu di sebabkan oleh keegoisan lelaki yang ada di hadapannya,lelaki yang bernama ‘RIONALDI ANGGARA’
“dia udah bunuh dafa dhi,dia udah buat dafa meninggal dhi,dia udah ngebunuh sahabat baik gw ardhi”ucap silvy pelan,tubuhnya sudah lemas,lemas karena mendengar sahabat baiknya telah tiada dan lemas karena telah memukul lelaki jahanam yang telah membunuh sahabatnya itu
“lo bunuh rion juga,gakkan buat dafa kembali vy..lo harus terima lo harus terima kalo dafa udah gak ada”balas ardhi pelan
Tak lama setelah itu para perawat keluar sambil membawa tubuh dingin dafa yang tertutupi selimut putih,silvy berjalan perlahan mendekati tubuh dafa,dibukanya kain putih itu dilihatnya teman baiknya itu telah pucat,bibirnya tak lagi merah seperti dahulu,bercak darah masih terlihat di keningnya.
Di sentuhnya wajah dafa,di belainya rambut dafa..
Airmata kembali menetes di pipinya
“harusnya gw gak ninggalin lo waktu itu…harusnya gw tetep sama lo….”ucapnya pelan,di peluknya tubuh dafa yang telah dingin dan isak tangispun kembali pecah..
Lelaki yang bernama ardhi hanya menundukan kepalanya,dia tak tahu harus bagaimana menenangkan kekasihnya,dia mengerti perasaan kehilangan yang dialami kekasihnya itu,dia sangat mengerti perasaan itu…
Sementara rion tak mampu berkata apa2,dia juga hanya menundukan kepalanya dan airmata perlahan keluar dari matanya,silvy benar….dafa meninggal gara2 dia…dia sudah membunuh dafa adik tirinya sekaligus lelaki yang dia cintai….
Rasa cinta yang terlarang dan juga rasa cinta yang baru dia sadari setelah dia kehilangan dafa..
‘maafin gw dafa……’ucapnya pelan dalam hati,namun dia tau kata maafnya takkan mengubah keadaan,takkan membawa dafa kembali ke hadapannya…
Semuanya sudah terlambat…

_FlashBack_
_Dafa POV_
Gw terbangun dari tidur gw karena mendengar alarm gw berbunyi,gw bangun dari tempat tidur gw dan gw buka jendela kamar gw..
Hum matahari belum menampakan wujudnya,gw liat jam ternyata masih jam 5,gw siapin semua kebutuhan gw buat sekolah dan gw bersiap-siap buat mandi….
Sekitar pukul 06.15 gw udah selesai dan bersiap berangkat sekolah..
“den…nyonya udah nunggu aden di bawah”ucap bi iah
“iya bi,bentar lagi”
Gw mengambil tas gw dan turun kebawah,gw liat udah ada papah,mamah dan rion di meja makan..
Gw Cuma menghela nafas,lalu turun kebawah mendekati mereka bertiga
“pagi mah…pagi pah…pagi rion”ucap gw
“pagi juga”ucap papah
Sementara mamah dan rion hanya membalasnya dengan ‘hum’
“mah,pah aku berangkat duluan”
“gak sarapan dulu fa,ini kan masih pagi”
“gak pah aku piket hari ini”
“iya tapi ini kan masih jam 6 fa”
“gak apa kok fa nanti dafa makan di luar aja”
“biar aja kali pah dia,gak sarapan gak akan membuat dia mati kok pah”sinis rion
Gw Cuma diam,dan langsung salam sama mamah dan papah kemudian gw ambil sepedah gw dan gw langsung berangkat..
Inilah kehidupan gw,dulu kehidupan gw jauh lebih tenang ,keluarga kecil gw yang bahagia,ada ayah yang selalu manjain gw dan ada mamah yang selalu menyayangi gw tapi semuanya berubah sejak ayah meninggal. Ayah gw udah meninggal karena kecelakaan waktu umur gw 10 tahun setelah ayah meninggal mamah jadi berubah dia gak pernah ninain bobo gw ataupun sekedar menyapa dia gak pernah ngurusin gw lagi,mamah jadi super sibuk dengan kerjaannya dia,mamah juga jadi gampang marah dan kadang suka mukul gw.
Tapi gw ngerti,mamah terlalu shock karena kehilangan ayah karena itu gw Cuma diem aja klo mamah udah marah dan mukulin gw,gw percaya klo suatu saat nanti mamah akan kembali seperti dulu lagi,gw di besarin sama pembantu gw bi iah karena mamah jarang ada dirumah. Jujur gw kesepian gw pingin mamah kembali seperti dulu,gw pingin mamah yang selalu nyayangi gw,mamah yang selalu buat gw tenang.
Gw ngelakuin segala cara supaya mamah ngeliat gw lagi,gw belajar yang rajin sampai gw jadi langganan juara 1,gw lakuin semua yang mamah gw suruh tapi mamah sama sekali gak pernah ngeliat gw……
Lalu tiba2 mamah bilang mamah akan menikah lagi dengan salah satu kolegannya,gw seneng banget karena mamah mulai kembali seperti dulu,gw juga seneng Karena sebentar lagi gw gak akan sendiri lagi,sebab pria yang akan mamah nikahi punya anak 1 yang seumuran dengan gw artinya gw gak akan kesepian lagi.
Tapi ternyata gw salah,justru pernikahan mamah ini merupakan neraka buat gw,ternyata pria yang di nikahi mamah adalah papahnya rion temen sekolah gw yang benci banget sama gw.
Gw gak ngerti kenapa dia benci banget sama gw padahal gw gak pernah berbuat salah sama dia,tapi dia ngebully gw habis2an di sekolah,dia nguciin gw di kamar mandi,ngebuang tas2 gw,atau dengan sengaja melempar bola basket kearah gw sampai gw pingsan dan di bawa ke uks.
Sekarang setelah dia jadi saudara tiri gw,kebencian dia sama gw semakin menjadi. Dia jadi suka memfitnah gw di depan mamah sampai2 mamah benci banget sama gw,dia ngambil posisi anak kesayangan dari gw,klo mamah sama papah pulang malam dia suka caci maki gw,mukul gw atau sengaja ngunciin gw di kamar supaya gw gak makan. Pernah yang paling ekstrim dia hampir ngebunuh gw,waktu itu mamah sama papah pergi keluar kota selama beberapa hari dia nguciin gw waktu gw pulang malam karena nganterin silvy latihan basket,harusnya si ardhi yang nganterin tapi karena ada urusan keluarga jadinya gw yang nganterin,padahal waktu itu hujan lagi gede2nya. Akhirnya gw tidur di luar sampai besoknya gw sakit demam tinggi.
“hei ngelamun aja lo daf”ucap silvy sambil menepuk bahuku,aku terbangun dari lamunan gw
“vy”
“ngapain bengong mulu daf,gak jalan2”
“hum,lo gak bareng ardhi”
“ardhi ada piket jadi subuh2 dia udah berangkat”
“tau gitu gw jemput lo vy”
“gak perlu daf,gw masih bisa pergi sendiri kok”
“iya2 tuan putri”
“apaan sih lo,btw lo pergi pagi mulu daf,lo di usir lagi ama si rion? ”
“gak kok vy,kasian dia klo kepaksa nganterin gw mulu jadi gw mutusin buat pergi duluan aja biar papah gak maksa dia buat nganter gw”
“si rion emang bikin jengkel deh,apa sih mau tuh preman dia udah ngancurin idup lo tapi belum aja puas ya ”
“……”
“lo juga bikin gw tambah kesel,fa rion tuh udah ngancurin idup lo,dia juga udah ngerebut semua milik lo tapi lo masih aja belain dia lo masih mencintai cowo brengsek kayak dia gw gak ngerti pikiran lo fa”
“dia itu baik vy”
“baik??? Lo bilang rion baik???? Fa dia itu udah hampir bunuh lo tapi lo masih bisa bilang dia baik,otak lo udah gak beres fa”
“dia baik vy…meski dia berandalan tapi sebenernya dia baik ,Cuma sama gw aja dia sentimen”balas gw
Bener sebenernya rion anak yang baik klo bukan sama gw,dan mungkin dia gak sadar klo dia pernah nolongin gw. Dulu waktu pas mos gw kena hokum gara2 gak bawa barang mos dan akhirnya gw di hukum berdiri di tiang bendera,karena enggak sarapan gw pingsan dan orang yang nolongin gw waktu itu adalah rion. Orang2 di sekitar gw Cuma liat gw pingsan duang tapi dia dengan sigap gendong tubuh gw dan bawa gw ke uks.
Itu yang buat gw jatuh cinta ama dia,ya gw jatuh cinta ma saudara tiri gw itu terlebih lagi saudara gw itu lelaki,seseoran yang seharusnya tak aku cintai. Tapi aku terlanjur mencintai dia.
Meski dia benci banget ama gw,tapi waktu gw demam dia yang ngerawat gw sampai sembuh meskipun akhirnya dia bilang ‘gw gak akan bisa nyiksa lo klo lo sakit,gw belum puas ngancurin hidup lo’
Jujur gw seneng banget waktu dia ngerawat gw dengan telaten,mandiin gw,nyuapin gw,dan jagain gw malam2. Meskipun semua perhatiannya buat ngehancurin gw tapi gw seneng dia masih perhatian sama gw.
“ah udah lah fa,cape lama2 gw ama lo…ngasih tau ama lo sama aja gw ngasih tau batu tau gak keras kepala ”
Gw Cuma tersenyum denger celotehan silvy,silvy adalah sahabat baik gw dia sahabat baik gw dari kecil,dia juga tau tentang segala hal tentang gw,tentang keluarag gw juga tentang jati diri gw sebagai sesuka sesame jenis.
Gw beruntung bisa jadi sahabat dia,dia bisa nerima gw apa adanya,dia gak peduli dengan kondisi gw yang kayak gini dan dia biasa jadi teman curhat gw…
“hei ngapain bengong aja cepetan”
“lo emang my bestfriend gw vy”
“hah???lo lagi ngelindur ya???”
Gw ama silvy akhirnya berangkat bareng ke sekolah,yah gak ada yang aneh dengan sekolah. Gw lalui sekolah gw seperti hari biasanya,main dengan silvy dan ardhi sampai malam setelah pulang sekolah dan menemani mereka kencan meski jadi obat nyamuk,tapi yah memang begini lah kesseharianku,meski ada hal2 yang pahit tapi aku menyukai kehidupanku…..
Kira2 jam 8 malam gw baru nyampe rumah tapi pas sampe rumah mamah,papah dan rion udah nunggu gw di ruang tamu. ‘ada apa ini??’
“aku pulang mah,pah…ada apa ini tumben kalian kumpul??”tanya gw heran tapi mamah gak menjawab pertanyaan gw malah langsung nampar gw dengan keras
PLAAK
Gw kaget,dan gak ngerti apa yang terjadi sebenarnya
“kenapa mah??”
“dafa jawab pertanyaan mamah dengan jujur kamu gay??”teriak mamah
“maksud mamah apa dafa gak ngerti??”
“udah gak usah pura2 bego deh kamu,kamu gay atau ga??”
“e…enggak ”
“trus ini apa??”ucap mamah sambil melempar sebuah buku kearah gw,dan ketika gw liat itu buku diary gw…
“kok……mamah bisa nemuin buku itu??”
“rion yang nemuin buku harian kamu,jadi bener kamu gay?”
“….”
“JAWAB PERTANYAAN MAMAH DAFA??”
“…iya mah”jawab gw pelan,dan dengan seketika mamah langsung mukul gw,dan namapr gw lagi sampai gw bisa ngerasai ada darah yang mengalir di pinggir bibir gw
“DAFA KAMU MAU MEMEPERMALUKAN MAMAH SAMPAI MANA LAGI???,DARI DULU KAMU SELALU DAN SELALU MEMBUAT MAMAH KECEWA,SEKARANG KAMU MAU MEMPERMALUKAN MAMAH DENGAN ORIENTASI SEX KAMU HAH??? KAMU MEMANG ANAK YANG TIDAK TAHU DIUNTUNG DAFA,KAMU MEMPERMALUKAN MAMAH,KAMU JUGA MEMPERMALUKAN KELUARGA KITA….”teriak mamah kearah gw,gw liat papah mencoba menenangkan mamah,sementara rion Cuma tersenyum sinis sama gw.
Mamah narik tangan gw,dia langsung gusur gw dan masukin gw di kamar mandi,gw di guyur sama mamah
“KAMU MEMANG GAK TAU MALU DAFA”
“mah udah mah,kita bisa bicarakan ini baik2”
“BIAR PAH,BIAR ANAK GAK TAU DIRI INI MERENUNGI KELAKUANNNYA”
“mah,,udah mah”
“SEMOGA DENGAN INI KAMU BISA MERENUNGI KELAKUAN KAMU DAFA,DAN MAMAH HARAP KAMU BUANG JAUH2 HAL MEMALUKAN ITU”teriak mamah lagi,mamah ngunciin gw di kamar mandi dengan keadaan basah,sementara papah masih mencoba menenangkan mamah.
Gw Cuma bisa diam,gw gak bisa melawan karena biar bagaimanapun mamah benar gw udah membuat mamah kecewa…
‘ayah dafa rindu sama ayah’ucap gw dalam hati,gw tahan rasa sakit ini.
Kenapa kenapa rion tega banget ama gw padahal gw gak pernah membuat dia marah,gw udah lakuin semua yang dia inginin,gw udah jadi babu dia,gw udah mencoba menjadi anak yang bisa dia terima tapi kenapa kenapa lo tega banget ion??
Gw gak pernah minta lo bales perasaan gw ama lo
Gw gak pernah minta lo buat jadi pacar gw
Gw gak pernah maksaan perasaan gw ama lo
Gw Cuma ingin lo baik aja ama gw ion..gak lebih…
Gw terus mengulangi kata2 itu dalam hati sampai akhirnya gw terlelap…
Besoknya gwkebangun gara2 pintunya di dobrak sama rion
“heh bangun lo,masih idup lo,gak sekalian lo mati aja ????”ucapnya ke gw
Jujur hati gw sakit tapi lagi2 gw Cuma bisa diem dengan kata2 dia,gw gak bisa bales perkataan dia karena dia lelaki yang gw cintai,gw berdiri dan langsung berjalan menuju kamar gw bersiap2 buat sekolah,mamah masih terlihat jijik sama gw,papah mencoba untuk menasehati gw tapi gw gak denger.
Badan gw sakit semua dan kepala gw pusing tapi gw kudu tetap sekolah,gw gak mau mengecewakan mamah lebih dari ini…
Tapi ternyata keputusan gw masuk sekolah merupakan kesalahan besar,semua anak sekolah mandang gw dengan tatapan jijik,gw heran kenapa mereka ngehindari gw.
Gw liat silvy sama ardhi lari ngedeketin gw
“daf gawat”
“gawat kenapa??”
Silvy narik tangan gw dia bawa gw ke mading sekolah,sumpah gw kaget banget di mading sekolah ada curhatan gw tentang rion curhatan kalau gw suka ama rion,itu isi buku harian gw.
“heh…gak nyangka si dafa tuh homo”
“iya gw juga gak nyangka dia homo padahal kelihatannya dia anak baik2”
“ternyata sampah masyarakat ya dia ”
“eh jangan deket2 ntar lo ketularan lagi homonya dia”
“suka ama rion lagi,udah homo incest pula”
“amit2 deh gw punya saudara yang kayak gitu”
Semua cemoohan dan caci maki terlontar dari mulut anak2 satu sekolah,gw bingung pikiran gw kosong
“HEH DIAM LO PADA KAYAK LO SUCI AJA LO,NGACA DULU KALO NGOMONG”bela silvy,dia langsung ambil kertas diary gw yang ada di dinding,sementara ardhi dengan marahnya ngegebrak meja trus dia pergi dengan buru2,gw ama silvy langsung ngejar ardhi
“di lo mau kemana??”
“ngasih pelajaran ama kakak tiri lo”
“jangan di jangan”
“fa,dia udah keterlaluan ama lo,dia harus di beri pelajaran”ucap ardhi sambil ngelepas tangan gw,tenaga gw jauh lebih lemah di bandingkan ardhi yah maklum saja ardhi ikut karate dan sudah sabuk hitam.
Gw sama silvy masih ngejar ardhi yang kemarahannya udah muncak,dan ketika dia udah ngeliat target dia ardhi langsung lari. Dia nyengkram baju rion trus nonjok dia sampai dia tersungkur
“ARDHI”teriak gw
“apaan sih lo main tonjok aja”tanya rion
“heh…gak usah pura2 bego deh lo,lo kan yang nempelin diarynya dafa di mading”
“klo iya kenapa?? Masalah buat lo??”
“lo emang bener2 kurang ajar ion,lo manusia apa bukan sih lo tega ngebully saudara lo sendiri”
“hah saudara??? Gw gak ingat punya saudara homo kayak dia….apalagi suka ama gw jijik gw”balas rion,dan kali ini ardhi nonjok rion lagi.
Gw sama silvy berusaha untuk nenangin ardhi tapi tenaga ardhi terlalu kuat
“lo gak punya perasaan rion,emang dafa salah apa sama lo sampai2 lo ngerjain dia habis2an lo juga hancurin hidup dia,lo juga ambil semua milik dia masih belum puas juga lo…selama ini gw selalu sabar sama tingkah busuk lo..tapi kali ini lo udah keterlaluan rion”
“di udah di”
“lepasin gw daf,biar gw bunuh aja laki2 gak punya perasaan kayak dia”
“heh…ngapain lo belain homo sialan itu oh atau jangan2 lo suka lagi ama homo itu???,emang ya dia itu virus yang menyebar dengan cepat”
“brengsek lo”ucap ardhi dan dia bersiap buat mukul rion lagi tapi gw cegah dia,rion udah cukup bonyok,gw gak mau rion tambah bonyok lagi
“di plis di udah…..ini masalah gw di biar gw selesain sendiri”
“iya di,dafa bener gak ada gunanya juga kamu mukulin lelaki gak ada harganya itu,Cuma buang2 energi aja”
“shit….klo bukan karena dafa lo udah gw bikin mampus ion”ucap ardhi,gw langsung bawa ardhi pergi jauh dari rion
“bawa sana temen lo ketempat sampah sekalian,itu tempat yang cocok buat lo lo semua”teriak rion sambil tertawa bersama teman2nya
Ya Tuhan cobaan apalagi yang Engkau berikan padaku???
Apa aku sebegitu hinanya dimatamu sampai Engkau memberikan cobaan ini padaku??
Ketika gw,silvy,dan ardhi berada di tempat yang agak sepi. Silvy langsung meluk gw…
“dafa….lo gak usah khawatir gw sama ardhi disini sama lo…..lo gak sendirian dafa”
“vy…emangnya gw sebegitu hinanya ya sampai2 semua orang mencemooh gw??? Emangnya gw salah jatuh cinta sama lelaki lagi??...gw Cuma pingin hidup normal…gw gak minta lebih vy …gw udah lakuin yang gw bisa…gw udah jadi anak baik2…tapi kenapa mereka begitu membenci gw”gw udah depresi,gw gak tau lagi harus gimana,gw peluk silvy sekencang kencangnya,gw keluarin perasaan gw yang gw pendam selama ini
“gak fa lo gak hina,perasaan cinta lo juga gak salah…yang salah Cuma orang yang kmu cintai adalah lelaki brengsek yang gak punya hati ”
“vy…apa gw gak pantes buat hidup??? Apa gw segitu menjijikannya sampai dia benci ma gw…emangnya salah gw ama rion apa vy”
“fa….udah fa lo harus lupain co brengsek kayak dia,dia gak pantes dapetin cowo kayak kamu”balas silvy,dia ngelus2 punggung gw,gw nangis sejadi jadinya,ardhi dan silvy bolos sekolah demi nenangin gw.
Mereka nemenin gw sampai gw merasa tenang…
“lo udah tenang??”
“iya,thanks ya”
“ya udah pulang yuk,udah bel pulang nieh….kalian berdua tunggu disini aja ya gw ambil tas dulu”ucap ardhi
“lo temenin ardhi gih vy”
“eh…gw temenin lo aja”
“gak usah lo temenin ardhi aja kasian dia klo bawa dia tas tiga2,gw mau ambil sepeda ”
“ya udah,lo tunggu aja di parkiran entar gw ama ivy nyusul lo ke sana”
“ok”
Dan akhirnya gw pun pergi ke tempat parkir buat ambil sepeda gw,ketika gw sampai di tempat parkir ge ngeliat rion lagi ambil motor ninja yang dia parkirin di sana…
Tapi gw liat dia meringis kesakitan sambil megang pipinya yang di tonjok ardhi tadi,meski gw masih sakit hati ama kata2 dia tapi dia adalah cowo yang gw cintai jadi gw tetep ngerasa kasian ama dia,gw deketin dia meskipun gw agak takut
“ng….lo gak apa2 ion?”
“hah….lo lagi ngapain sih lo deketin gw”
“ng….soal ardhi gw minta maaf”
“gak perlu,gak penting juga lo minta maaf ama gw…udah minggir lo ganggu pemandangan gw aja lo”
“kenapa sih ion lo benci banget ama gw?? Emangnya gw punya salah apa sama lo sampai lo benci banget ama gw??”tanya gw tapi rion gak dengerin ucapan gw dia tetep aja ngambil motornya
“rion jelasin ke gw kenapa lo benci banget sama gw??? ”
“lepasin gw,gw jijik banget sama lo tau gak lo…lo mau tau kenapa gw benci banget sama lo???”
“……”
“itu karena lo udah bunuh nyokap gw”
“bunuh nyokap lo???”
“iya lo udah bunuh nyokap gw,lo lupa ama kejadian 5 tahun yang lalu???? Gara2 ngehindari lo yang nyebrang gak pake mata mobil nyokap gw nabrak pembatas jalan dan meninggal….ini semua gara2 lo nyokap gw meninggal….penderitaan yang selama ini lo rasain gak sebanding dengan apa yang gw rasain pas gw kehilangan nyokap gw ”
“trus gimana caranya supaya lo maafin gw??”
“klo lo bisa balikin nyokap gw baru lo gw maafin”ucapnya pelan,gw Cuma bisa diem gimana bisa gw balikin nyawa orang yang udah mati???
Baru beberapa langkah dia berjalan sambil bawa motornya,tiba2 beberapa anak dari sekolah lain datang,mereka bawa preman juga
“akhirnya gw bisa nemuin lo juga rion”
“lo lagi dan,lo gak bosen ya muncul di hadapan gw mulu”
“gw mau buat perhitungan ama lo karena lo udah ambil cewe gw si riska”
“udah gw bilang ama lo berkali2,klo bukan gw yang ngedeketin riska…cewe lo nya aja noh yang sok kecentilan”
“brengsek lo…gw bakal buat perhitungan ama lo”ucap cowo yang bernama danu itu,dia dan teman2 nya langsung mengelilingi rion dan siap2 menghajar dia
“RION”teriak gw
“diem lo gak usah ikut campur urusan gw…pergi sana lo”
“tapi ion….”
“udah gw bilang ga usah ikut campur urusan gw”
“oh itu temen lo??”ucap danu,dia dan beberapa temennya langsung ngedeketin gw dan narik tangan gw
“gak gw gak punya temen homo kayak dia ”balas rion,sumpah sakit banget hati gw denger kata2 rion tentang gw,segitu bencinya dia ama gw sampai dia gak mau anggep gw temennya
“hummm….lo dia bukan temen lo,brati gw boleh apa2in dia dong…lumayan manis juga dia sebagai seorang cowo”
Kata2 danu membuat gw jijik,dia ngedeketin gw dan membelai pipi gw…gw bener2 jijik
“dia gak ada urusannya ama lo,urusan lo ama gw”
“tenang aja setelah urusan gw dengan lo,gw baru berurusan dengan dia”ucap danu,dan seketika itu temen2 danu langsung mengeroyok rion,gw panik,histeris dan meronta-ronta gw pingin bantuin rion tapi tenaga gw kalah jauh di bandingin orang yang megangin gw.
Gw khawatir ama rion,selama ini dia memang jago dalam adu jotos tapi klo keroyokan kayak gini tetep aja rion bakal kalah,gw gigit tangan yang megang gw dan dia langsung ngelepasin gw..tapi belum beberapa langkah gw udah di hadang ama preman yang megangin gw,dia nonjok perut gw sakit banget rasanya,mereka juga mukulin dan nendangin gw sambil ngucapin sumpah serapah trus mereka megangin gw lagi..
Gw liat rion udah menuju jalan raya,dia masih aja adu jotos. Mata gw langsung melotot waktu dia kedorong ketengah jalan raya dan gw liat truk besar sedang melaju cepat ke arahnya…
Gw langsung berusaha ngelepasin tangan gw dari preman2 yang megang gw,gw langsung lari kea rah rion
“RION”teriak gw,gw langsung dorong rion kesisi jalan,beberapa saat kemudian yang gw rasa adalah tubuh gw terpental dan jeritan silvy dan ardhi yang neriakin nama gw.
Gw gak bisa ngerasain apa2,sekujur tubuh gw sakit semua,sampai2 tubuh gw mati rasa,gw ngedenger suara ardhi dan silvy yang manggil2 nama gw,samar2 gw juga denger suara rion yang panggil2 nama gw.
Gw ngerasa badan gw diangkat ke mobil ambulan,dan orang2 dari ambulan ngasih gw pertolongan pertama,mereka masangin masker oksigen ke gue..
Gw ngedenger silvy dan ardhi nangis sambil megang tangan gw,gw coba buka mata gw dikiri gw ada silvy dan ardhi dan di sebalh kanan gw ada rion yang megangin tangan gw…
Mungkin kalian pikir gw udah gila karena gw ngerasa bahagia di saat kondisi gw kayak gini,tapi beneran gw bahagia gw bahagia rion setidaknya peduli dengan gw,dengan nafas yang terputus putus gw mencoba untuk bicara setidaknya untuk terakhir kalinya gw ingin nyatain cinta ama dia,gw gak mau nyesel nantinya mungkin gak jelas tapi gw bilang sama rion ‘I love u’ dan setelah itu semuanya gelap
_end Dafa _
_rion POV_
Gw kaget banget waktu dia teriak manggil nama gw dan dorong gw,dan ketika gw mau bentak dia karena berani dorong gw…gw liat dia udah tergeletak dengan bersimbah darah. Gw lari ke arahnya gw coba pangku dia dan panggil dia tapi dia sama sekali gak buka matanya.
Danu cs langsung kabur begitu melihat dafa ketabrak,silvy dan ardhi langsung berlari mendekati dafa dan gw. Ardhi langsung telepon ambulan,dan gak berapa lama ambulan datang. Mereka langsung gotong tubuh dafa dan memberikan pertolongan pertama pada dafa.
Ardhi dan silvy langsung ikut mobil ambulan,reflex gw jg naik ke mobil ambulan. Silvy nangis sambil megang tangan dafa,sementara gw,gw peggang tangannya yang satunya lagi.
Sambil berdoa dalam hati semoga dia gak apa2 semoga dia baik2 aja,gw ngerasa tangannya bergerak gw liat kearah dia,dia tersenyum ama gw sambil bilang I love u sam gw dan setelah itu dia nutup matanya kembali. Tangisan silvy makin kencang.
Kenapa dia nolongin gw??
Padahal gw udah jahat banget ama dia,kenapa dia nolongin gw padahal gw benci dia setengah mati,gw udah hancurin hidup dia,gw juga udah ambil semua milik dia.
Tapi kenapa dia masih mau nolongin gw???
Gw benci banget ama lo,tapi gak bisa di pungkiri klo gw jatuh cinta ama lo. Apalagi pas gw baca diary lo yang bilang klo lo cinta banget ama lo gw seneng banget. Tapi klo mengingat lo yang udah nyebabin nyokap gw meninggal kebencian gw sama lo naik lagi. Kebencian gw ama lo ngalahin rasa cinta gw ama lo.
Gw ingin liat lo menderita,merasakan hal yang sama yang gw rasain ketika gw kehilangan nyokap gw.
Gw pingin liat lo berada dalam jurang keputus asaan sama kayak gw waktu kehilangan nyokap…
Tapi gw gak mau lo mati…gw gak mu lo mati kayak gini dafa….
Sekitar 30 menit kita sampai dirumah sakit,dafa langsung masuk ruang icu sementara gw,silvy dan ardhi nunggu di luar,gw sms bokap klo dafa kecelakaan dan bokap bilang dia bakal nyusul kesana.
6 jam gw nunggu dafa di ruang icu,6 jam gw terus2an berdoa supaya dia baik2 aja….
Tapi doa hanyalah doa,setelah 6 jam dokter keluar…
“maafkan saya…saya sudah berusaha semampu saya tapi…saya tidak bisa menyelamatkan nyawa saudara dafa”ucap dokter itu
Kontan gw langsung lemes,badan gw langsung kaku,dan silvy langsung menumpahkan marahnya ama gw,dia mukul2 gw sambil teriak supaya balikin dafa ama dia… gw Cuma diem aja gak berkata apa2…
Gw lihat nyokap tiri gw dan bokap gw datang,waktu ardhi kasih tau semuanya nyokap tiri gw gak percaya tapi ketika nyokap tiri gw liat badan dafa yang tertutupi selimut putih dia langsung jerit dan pingsan.
_end rion POV_
Hari itu langit sangat mendung dan hujan pun turun ketika semua orang telah pulang dari pemakaman,namun seorang remaja lelaki tengah berdiri disamping pusara seseorang.
DAFA REKSA PUTRA BIN HERMAWAN
LAHIR : 13 JUNI 1990
WAFAT : 5 MARET 2008
Begitulah yang tertulis di batu nisan pusara itu,remaja tersebut hanya berdiri diam tanpa beranjak dari tempatnya berdiri.
Sungguh bila dia tau jadinya akan begini dia gak akan menjahati saudaranya itu
Bila jadinya akan begini dia akan memberikan semuanya pada saudarannya termasuk cintanya
Klo tau semuanya jadi begini dia akan menjaga sauranya dan memperlakukannya seperti harta yang berharga..
Namun semuanya sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur..
Saudaranya sudah tak ada,lelaki yang dia cintai sudah tidak ada
Semuanya sudah terlambat
Bahkan hanya sekedar untuk bilang aku juga cinta padamu…
Yang tersisa hanyalah penyesalan yang sangat dalam…

I AM REAL

Tuesday, October 30, 2012

I AM REAL
*** 
a story by Sierra, and Credit to IMVU World (Virtual 3D Chat with Avatar)
***

Aku terbangun di suatu tempat, antara sadar dan tidak sadar. Di sekelilingku semuanya terasa berbeda. Lantai yang kupijak, dinding yang ada di sekelilingku, langit-langit ruangan, bahkan diriku sendiripun terasa berbeda. Rasanya tak seperti yang pernah kulihat dan kurasakan selama lima belas tahun masa hidupku. Seperti berada disuatu tempat yang asing, lebih indah, penuh misteri, dan seperti yang kukatakan, tidak nyata.


Aku mengamati sekeliling, masih dengan rasa tak tercaya. Ada sedikit kecemasan karna berada di suatu tempat yang tak kukenal. Namun dibalik kecemasan itu ada pula rasa takjub akan dunia yang baru kupijak saat ini. Ok, aku tak sepenuhnya jujur aku tak mengenal tempat ini. Aku tahu tempat ini, atau setidaknya dunia yang baru kumasuki.

Ini benar-benar gila. Aku tidak mungkin berada disini kan? Aku nyata, dan tempat ini seharusnya tidak nyata. Ini adalah Dunia Maya. Tapi kenyataannya aku berada disini. Jadi apakah tempat ini nyata? Ataukah aku yang tidak nyata? Pikiranku dipenuhi oleh segudang pertanyaan. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih kumiliki, otakku mulai mencoba mengingat-ingat kembali kejadian sebelumnya. Yang terakhir dapat kuingat adalah aku sedang bertengkar dengan ibuku karena suatu masalah.

Ibu ku tidak suka kalau aku terlalu lemah. Ibuku tidak terima kalau aku tidak berperilaku layaknya seorang lelaki normal. Intinya, Ibuku tidak suka kalau anak tunggalnya adalah seorang Gay. Aku rasa.... keputusanku untuk Coming Out kepada ibuku adalah keputusan yang salah. 

Aku capek menjalani hidup ini. Aku butuh pertolongan. Tapi taukah kau kenyataannya? Internet adalah obatku. Ibuku saja yang tidak bisa mengerti. Jadi setelah itu aku berlari ke kamar, membanting pintu keras-keras dan hal selanjutnya menjadi samar-samar. Kemudian aku tak ingat apapun. Dan begitu aku bangun.... aku sudah ada disini, terjebak dalam dunia yang tidak nyata.
______________

Tempat ini berupa sebuah ruangan mewah yang sangat besar. Tak banyak barang-barang memang. Ada beberapa lukisan yang tergantung di dinding, beberapa kursi antik dan hiasan-hiasan indah yang nampak tak nyata. Ya, sekali lagi kubilang, tak nyata! Disalah satu sudut tempat terdapat sebuah kaca besar berukuran setinggi tubuh manusia. Aku menghampiri kaca itu lalu berdiri di depannya. Aku mengenal wajah di depanku. Itu adalah aku, tapi bukan aku yang sesungguhnya. Itu adalah aku yang lain. Aku yang membuat diriku sendiri. Harusnya aku tak mungkin ada disosok ini. Aku yang ini tidak nyata dan tidak mungkin akan menjadi nyata. Apa aku sedang bermimpi? Mungkin saja. Jika benar begitu aku tidak ingin cepat-cepat meninggalkan mimpi ataupun dunia ini.


Penampilanku di kaca seperti yang sudah bisa kuduga, secara keseluruhan aku tampak seperti manusia pada umumnya. Tapi dengan bentuk mata yang lebih indah dari mata biasa, rambut tertata rapi dan berkilau, warna kulit lebih cemerlang, dan bentuk muka yang sedikit berbeda dari umumnya namun memiliki kelebihan yang jarang dimiliki oleh manusia. Inilah hebatnya tinggal di dunia 'ini'. Aku mengenakan hoodie dan skinny jeans berwarna hitam kontras dengan warna kulitku yang terang. 

Aku melihat telinga kucingku bergoyang-goyang di atas kepala dan secuil ekor kecil menggantung di bawah punggungku. Aku tersenyum memandang diriku sendiri di cermin. Memiliki kuping dan ekor kucing, sunggu hal yang tak bisa kudapatkan di dunia nyata...

Sesuatu muncul secara tiba-tiba, atau lebih tepatnya seseorang. Aku menengok kearah datangnya seseorang itu. Dia ada di tempatku pertama kali aku datang. Hal yang luput dariku yaitu aku tak tau bagaimana cara dia datang. Dia tampak seperti tiba-tiba sudah ada disitu dalam sekejap. Bahkan aku pun tak melihat ada pintu yang terbuka. Tapi sesungguhnya sesuatu dalam diriku tahu bagaimana cara dia datang.



Dia seorang lelaki dengan penampilan yang tak jauh beda dari yang sudah kudeskripsikan pada penampilaku sendiri. Bedanya... dia lebih terlihat tampan, sejenis ketampanan yang hanya bisa kau jumpai pada cowok yang paling tampan di majalah-majalah remaja barat atau di gambar-gambar coretan tangan yang sudah profesional. Sempurna, kau bisa menyebutnya begitu. Rambut hitamnya dipotong sesuai gaya rambut remaja sekarang, agak tidak beraturan dan berbeda panjang di beberapa sisi.  Matanya tajam dan sebiru langit dikala cerah. Hidung dan bibirnya indah. Bentuk wajahnya seperti patung porselin yang sudah didesain untuk terpahat sempurna.

Dia mengenakan pakaian serba hitam sepertiku, namun lebih rumit dengan hiasan disana sini. Aku tau di ‘dunia ini’ cowok berdandan tak  kalah hebohnya dari cewek. Jas elegan yang dikenakannya cocok dengan celana hitam ketat yang menutupi kakinya hingga amblas ke sepatu boot berwarna senada. Dia mengenakan syal yang lebih mirip serangkaian bulu binatang berwarna hitam. Apa itu bulu burung? Nah itu dia, itu bulu burung gagak. Aku melihat satu yang hidup bertengger di bahu kirinya. Dia juga menyematkan dua buah katakana yang saling menyilang di belakang pinggang, sarung tangan spike dan gelang-gelang spike masing-masing di lengan dan mata kaki juga di leher yang dipakainya sebagai kalung. Kilatan-kilatan listrik menyambar-nyambar di sekeliling tubuhnya seakan hal itu sudah wajar saja ada. Dan entah darimana aku bisa tau bagaimana harus menyebutnya di kala pertemuan kami  yang pertama ini. Dia MEPHIST0 dengan semua huruf ditulis secara kapital dan angka 0 sebagai pengganti huruf O. Hey, aku bahkan bisa mengeja namanya secara benar. Ini seperti sesuatu yang aku dapat langsung ketahui tanpa harus susah-payah menanyakannya. Kurasa dia pun tau bagaimana harus menyebutku.



“Hi LittleMonster,” dia menyapaku.



“Hello MEPHIST0,” aku pun menjawabnya.



Selanjutnya terjadi percakapan antara kami berdua. Aku sudah memutuskan memasukkan MEPHIST0 dalam daftarku. Ya, semua orang disini punya daftar untuk menggolongkan siapa saja yang disukainya kedalam suatu kelompok yang meraka sebut sebagai "Friend List". MEPHIST0 sudah menjadi temanku. Kami mengobrol cukup lama hingga muncul beberapa orang lagi di ruangan tersebut. Sama sepertiku dan MEPHIST0, orang-orang itu muncul secara tiba-tiba dari suatu tempat.  Rasanya di tempat ini tak ada batasan ruang dan waktu. Lalu MEPHIST0 pun mengajakku pergi kesuatu tempat berlatar belakang senja hari setelah baru beberapa menit sebelumnya  kami mengunjungi tepi danau cerah dengan suasana pagi yang indah. Aneh bukan? Aku tak tau sudah berapa lama aku menghabiskan waktu di tempat ini. Mengobrol bersama MEPHIST0 dan bertemu orang-orang baru, tak pernah merasa lelah ataupun pusing memikirkan kewajiban yang harus dilakukan di dunia yang sesungguhnya, bahkan tak perlu mengkhawatirkan akan menjadi jelek. Benar-benar dunia yang sempurna. Tapi benarkah dunia bisa sesempurna ini? Kalau ‘dunia ini’ benar-benar ada, rasanya aku ingin tinggal selamanya disini.


Tidak. 

Aku tak bisa tinggal selamanya disini. Ini tidak nyata. Aku mencoba memaksakan otak logikaku berkerja. Namun MEPHIST0 dan seluruhnya yang ada disini seakan mengajakku untuk berfikir yang sebaliknya. 



“Ada apa?” tanya MEPHIST0, menyadari aku tak merespon ucapannya.



Aku menggelengkan kepala lalu berbalik lagi memandang wajah MEPHIST0 yang tampan. Benarkah aku bisa menjumpai cowok seperti ini di duniaku?



“Apa kamu capek?” imbuhnya.



“Aku tidak pernah merasa capek jika berada disini. Kupikir kau juga begitu, iya kan?”



“Kau benar. Memangnya ada tempat lain selain disini?”



“Tentu saja. Kita tidak tinggal selamanya disini. Kita punya kehidupan lain yang harus dijalani.”



“Aku tidak tahu kalau ada kehidupan lain selain disini. Sepanjang hidupku aku tinggal disini.”



Ucapan MEPHIST0 sedikit membuatku mengernyitkan dahi. “Kau tidak serius kan? Kita semua punya kehidupan yang lebih nyata dari ini. Ini tidak benar-benar nyata.” Kataku.



“Well, not for me...” Jawaban itu terdengar lirih dari mulut MEPHIST0 sampai hampir-hampir aku tidak bisa menangkapnya bila tidak sungguh-sungguh mendengarkan. "Kau bisa selalu datang di dunia ini... aku akan menunggumu, sampai kita bersama disini selamanya...." ucap MEPHIST0 sambil mencium keningku.



Itu percakapan terakhirku dengan MEPHIST0 sebelum rasanya aku seperti tersedot keluar dari tempatku berada saat itu. Aku masih sempat melihat MEPHIST0 memberiku sepucuk kertas sebelum semua bayangan indah tempat itu memudar bersama MEPHIST0 yang hilang dari pandanganku. Aku membuka mata. Suara gedoran di balik pintu kamarku seakan mendorongku untuk mengangkat kelopak mataku yang sebelumnya terpejam. Aku tidak tidur, tidak juga bermimpi. Aku hanya membayangkan apa yang ingin kulihat dan kurasakan. Sudah setahun ini aku melakukan hal yang sama berulang-ulang. Aku menyebutnya "meloloskan diri dari dunia nyata". Gedoran  di balik pintu kamarku bertambah keras diringi dengan suara ibuku yang memanggil namaku. Aku bangkit dari posisiku duduk bersandar dibalik pintu, membukakan pintu untuk ibuku dan melakukan percakapan singkat lalu menutupnya kembali.


Kali ini aku berhasil lagi melarikan diri sejenak ke ‘duniaku’ yang lain. Tak ada yang tahu hal ini kecuali diriku sendiri. Tenang, aku pun tak berniat memberitahukannya kepada orang lain.  Lagi pula itu hanya ilusi yang kuciptakan sendiri. Bukannya begitu? Tapi apa benar itu sekedar ilusi? Kamarku tampak berbeda. Sebelumnya aku memang meninggalkannya dalam keadaan berantakan dan sekarang pun masih tetap begitu. Tapi kali ini ada sesuatu yang lain. Aku melihat beberapa helai bulu burung gagak tergeletak di lantai kamarku. Bulu itu berwarna sangat hitam sama hitamnya dengan penampilan MEPHIST0 dikala aku bertemu. Lalu aku menyadari sesuatu yang aku lupakan sedari tadi. Aku merasakan benda itu ditanganku. Sebuah kertas dengan tulisan tangan. Aku mengangkatnya. Dikertas itu tertulis sebuah tulisan, jelas bukan tulisan tanganku. Aku membacanya sambil ternganga.





Yang tertulis di kertas itu ialah satu kalimat pendek. Yang membuatku tersenyum....

Akhirnya, pertanyaanku selama ini terjawab juga.


“I AM REAL”   






THE END

By the way, I love you

Wednesday, October 24, 2012

By the way, I love you
***
Hai. Gimana kabar lo hari ini? Baik-baik aja kan? Eh ya, gue dateng kesini buat ngelakuin satu hal yang paling banget kita benci nih. Masih inget dong apa? Hahaha, lo bener banget. Gue kesini mau curhat. Gak biasanya kan gue curhat? Hahaha. Lo coba dengerin aja ya. Tapi inget, jangan ketawa kalau gue lagi curhat! Hahahaha.

***
"Hahaha! Mampus lo! Sini lo maju semuanya kalau berani!! Dasar cemeeeen!!" teriak gue ke segerombolan anak-anak SMA yang lagi lari sambil bawa senjatanya masing-masing. Gue pun juga gitu, pastinya kalian tau dong gue lagi ngapain? Yep, tawuran. Gue sih sebenernya males tawuran, tapi karena mereka nantangin dan mau macem-macem sama sekolahan gue. Yaudah, gue sama yang lain ladenin aja tuh. Eh mereka malah kabur. CUPU.

"Gi, bangun Gi. Yogi bangun!! Kita menang Gi!!" karena yang dipanggil gak nyaut, gue pun panik dan langsung memukul-mukuli wajah Yogi, sahabat gue dari kecil. Anjrit. Gue gak bakal terima kalau nyawa dia sampe melayang gara-gara anak ingusan itu. "Gi, bangun!! Sumpah gue gak terima kalo lo mati karena tawuran. Yogi, jangan pergi, gi!! Yaaah, gi!! YOGIIII!!!" 

"Cup cup cup, jangan nangis dong. Tenang aja, gue gak bakalan mati sebelum lo mati kok. Hehe," Anjrit. Shit!!! Gue ditipu! 

"Lo tuh ya, bercandanya kelewatan tau gak!" ucap gue kesel sambil ngelepas pelukan gue ke yogi. Najis gue di tipu sama dia!

"Hehe, takut ya gue mati? ya kan~?" balas Ben sambil colek2 dagu gue. Idih, pede gila nih anak. 

"Bukan apa-apa nyet. Males gue ngurusnya, kalo lo ada apa-apa kan jelas urusannya sama gue.. udah cepet lo bangun. Cabut kita sebelum ada polisi!!"

***
Hahaha, sumpah lucu banget ya waktu tawuran itu. Gue gak nyangka aja kita bakal sahabatan sampe 13 tahun, udah berasa amplop sama perangko aja kita, haha. Kita tuh gak pernah lepas satu sama lain. Pernah inget juga gak? Waktu lo nginep berbulan-bulan dirumah gue? Hahaha, sumpah gokil abis lo. Sampe dicariin warga se RT. Dan waktu SMA, kita sering banget tuh cabut kelas. Apalagi kelas 1, ada kali dua bulan kita cabut kelas. Sampe wali kelas kita tuh udah pusing banget ngeladenin kita, haha. Tapi untungnya tetep dikasih naik kelas karena kita beruntung dalam pelajaran

Yang paling gue inget banget tuh, waktu lu gue jadiin korban supaya kita bisa bolos! Hahaha! Tampang melas lo waktu itu tuh emang bikin gue ngakak. Tapi karena modus kita itu udah terlalu sering, guru-guru jadi curiga deh. Tapi sob, akting lo emang pinter banget. Lumayan satu bulan bisa ngibulin guru-guru. Haha!

Sampe jaman-jamannya kita kuliah, gue masih tetep setia nungguin lo. Emang udah takdir kali ya kita. Dan setelah sekian tahun lamanya, akhirnya masuk seorang cewek diantara kita berdua.

***
"Talking to your best friend beats anything else for lifting the burdens of your life. Gila ini quote keren banget!! Lo sama Yogi udah kayak gini belom?" ujar seorang cewek cantik yang duduk di samping gue. Namanya Richana.

"Apa-apa tadi? Coba diulang?" tanya gue.

"Gak ada siaran ulang buat lo!" jawab cewek itu.

"Hahaha, kalau gue sama Ben sih gak perlu ketemu. Gue dimana, Ben dimana aja kita udah bisa ngobrol." balas Yogi sambil merangkul bahu gue.

"Betul!! Telepati tuh namanya, na!" timpal gue.

"Hu'um deh tau kok sayang, tapi sama aku aja kamu gak gitu-gitu banget..." protes cewek berambut hitam pendek itu.

"Ya beda dong! Haha, gue aja bos...."

"Apa lo? Bosen sama gue? Gitu?"

"Menorot lo? Bangun tidur aja ngeliatnya elu, gimana gue gak muak? Hahaha."

"Oke, fine! Mulai besok gue gak bakal tidur di kamar lo lagi!!"

"Cieee ngambek~ ciee cieee"

"Aduuuh, udah udah. Lo berdua tuh ya, berantem aja mulu kerjaannya!"

Ya gini deh, kalau gue sama Yogi udah adu bacot, pasti Richana yang sering mutusin pembicaraan antara gue sama Yogi.

"Eh ya, Ben. Gue suka heran deh... Tampang lo tuh oke, anak dari manager pengusaha pula, tapi kok selama belasan tahun lo jomblo mulu sih?" tanya Richana.

Ya gimana ya, gue tuh orangnya selektif banget. Gue sendiri bingung sih sebenernya, selama belasan tahun gue jomblo gitu. Gak pernah nemuin seseorang yang ada dalam kriteria tipe gue. Wait, emag gue punya ya? Hahaha. 

"Sssst diem, ada lagu kesukaan gue nih!!"

I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cry
And the days feel like years when I'm alone
And the bed where you lie is made up on your side

When you walk away I count the steps that you take

Do you see how much I need you right now


When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you

 ***
Pengen banget tuh gue balik ke jaman itu lagi. Masa-masa yang sangat damai buat kita. Oh ya, sebenarnya ada satu hal yang gak bisa gue ceritain ke lo. Sampe akhirnya kita ada disini...

Gue benci bokap gue!! Kenapa sih dia ngutus gue sebagai penerus perusahaanya?? 

"Nambah lagi gak bro?" gue cuman ngangguk denger pertanyaan temen gue. Bukan, dia bukan Yogi. Dia ini bukan temen kampus gue, atau tetangga gue. Dia cuman temen clubbing gue. Gue gak pernah ajak Yogi kesini, dia anak baik-baik dari keluarga yang baik-baik. Gak kayak gue, keluarga gue udah hancur, gak heran kalau anaknya juga hancur.

Lho? Cewek yang rambutnya pendek itu... itu Richana kan? Ngapain dia disini? Sendirian pula. Apa dia masalahnya sama kayak gue kali ya?

Pas gue samperin, cewek itu keliatan kaget. Bener dugaan gue, ternyata dia lagi ada masalah. Pas gue tanya masalahnya apa... Ternyata dia putus sama Yogi. Nah lho, kenapa tuh anak mutusin Richana? Gue juga gak berani langsung tanya sekarang. Secara gue juga ada masalah gitu. 

Sebenernya, gue ngiri banget sama Yogi. Udah keluarganya bener, dapet cewek yang cantik luar dalem kayak Richana lagi. Sumpah... gue ngiri banget. 

Gue pun ngajakin Richana buat having fun bareng gue dan temen-temen gue, dan dia setuju. Dan paginya..... Gue dan Richana dalam keadaan naked, i don't really remember about the last night. Ketika gue mencoba mengingat apa yang terjadi, ada sebuah telpon masuk.

"Halo? Ah... Iya, saya Ben. Sorry, dari mana tadi? Apa? Yogi? Tau dari last dialed? T-tapi, handphone saya semalam memang saya matikan. Jadi gak tau ada telpon masuk dari dia. Hah? Kecelakaan?"
***

Terima kasih! Saat ini anda sedang berada dalam layanan pesan suara, anda mendapatkan 1 pesan suara dari no 085XXXXXXX. Tekan 1 untuk mendengarkan pesan....

Ben... Lo dimana sih Ben?
Please, angkat dong Ben....
Gue butuh lo, Ben...

Ben... gue udah putus sama Richana...
Karena gue tau, yang gue cintai bukan dia...
Lo boleh kok ngatain gue brengsek....
Sebenarnya, gue suka sama satu orang...
Yang udah pernah gue kenal selama belasan tahun...

Cuman dia yang ada di sisi gue selama ini...
Cuman dia yang bisa ngertiin gue...
Dan, mungkin sekarang saatnya lo harus tau orang itu Ben....
Tapi kalau lo tau orangnya, pasti lo bakal bilang kalau gue ini bukan sahabat yg baik buat lo....     

Udah dulu ya, Ben...
Gue tunggu dirumah lo, ya? Kayak biasanya...

By the way, I love you...
***
Voice mail ini.... akan gue simpen selamanya, Gi. Gue bener-bener menyesal ninggalin lo, Gi. Maafin gue. Gue yang seharusnya bilang kalau gue ini bukan sahabat yang baik buat lo. Gue sayang sama lo, Gi. Salahin kebodohan gue yang telat kalau gue ada perasaan suka sama lo. Selama ini ternyata gue tau jawabannya, kenapa gue bisa betah belasan tahun jadi jomblo. Itu semua karena lo yang selalu ada di samping gue. Gue gak butuh cewek, gua gak butuh siapapun. Yang gue butuhin itu cuman lo, Gi. 

Maka dari itu... Lo harus bangun ya, Gi? Banyak orang-orang yang sayang sama lo. Lo sendiri yang bilang kan? Kalau lu gak bakalan mati dengan gampangnya? Masa lo mati gara-gara ketabrak doang sih, Gi. Haha... Hahaha. Lo sendiri juga bilang kan? Kalau lu gak bakalan mati, sebelum gue duluan yang mati?

Makanya... Lo harus bangun, Yogi.

Gi... Even now we're in different world. Lo harus tetep telepati sama gue, ok?

Curhat gue terlalu panjang ya? Haha... Maaf deh. Tapi thanks lho, gue nangis gini... tapi lo gak ngetawain gue. Hahaha. Udah dulu ya, Gi. Gue pamit dulu sama lo. Pokoknya kalau lo gak bangun awas aja!!

By the way, I love you too... 
 
***

"Yogi...! Ayah, Yogi sadar, yah!!"

"Yogi...!! Kamu sudah sadar, nak?"

Seorang lelaki yang kini tengah berbaring lemah diatas kasur berwarna putih itu... kini mulai membuka kedua matanya secara perlahan. Matanya melirik seluruh orang-orang disekitar ruangan itu... namun, orang yang ingin dilihatnya tidak ada. Seseorang yang dicintainya.... Ben.

Tapi sesungguhnya, lelaki itu tak perlu mencari Ben. Karena Ben ada di dalam dirinya. Karena Ben... telah mengorbankan hidupnya, demi menolong seseorang yang dicintainya... Yaitu Yogi. Sahabat, sekaligus orang yang dicintainya.