Showing posts with label School Life. Show all posts
Showing posts with label School Life. Show all posts

The King Part. 1

Monday, December 24, 2012

The King
***♚***

Disebuah ruangan yang hanya diterangi oleh lampu kecil, terdapat seseorang yang terlihat sedang berdiam diri. Di atas mejanya, terdapat sebuah Handphone model kini dan sebuah buku yang memperlihatkan foto sekumpulan orang-orang. Bibir lelaki itu tergerak, mengalunkan sebuah nada indah walaupun tanpa sepenggal lirik.

Beberapa detik kemudian, Handphonenya berbunyi. Dia pun segera melihat isi pesan yang baru saja diterimanya.... Dan dia tersenyum. 
***♚***
Order #1
Show Your Feeling!
***♚***
"Bukan Rel, Of Course itu nggak disambung tulisannya... Iya. Hmm? Iya bener... Nah itu kamu bisa, haha. Ada lagi yang mau kamu tanyain?"

Terlihat seorang lelaki yang sedang sibuk berbicara oleh seseorang melalui telepon genggamnya. Lelaki itu sedang berada di kamarnya yang tidak terlalu luas, namun tertata rapih, jadi sangat nyaman dilihatnya. Ditambah dengan penerawangan yang tidak terlalu terang, menambah suasana kamar menjadi sangat tenang. Jarang sekali menemukan laki-laki yang pandai menata kamarnya. Namun tidak heran untuk seorang Terry yang memang rajin dalam urusan pekerjaan rumah tangga. Disamping itu, Terry juga pandai dalam hal pelajaran. Tidak heran kalau dia menjadi murid kebanggan guru-gurunya.

"Nggak deh, kayaknya udah cukup. Gue juga udah ngantuk nih... Thanks ya 'Ry buat hari ini!" ujar seorang lelaki dari seberang telpon. Lelaki yang baru saja berbicara tadi bernama Darrel, dia adalah teman sekelas Terry sekaligus sahabat dekatnya Terry dari kecil.

"Ok deh. Besok jangan kesiangan ya, bye!" ujarnya sebelum memutuskan line telephone.

Terry menaruh Handphone miliknya di meja kecil yang berada di samping tempat tidurnya, dan ia segera menarik selimutnya tanda bahwa ia akan segera menikmati alam mimpi. Namun, tak lama HP nya berbunyi kembali. Terry segera meraih HP nya, dan melihat email yang baru saja ia terima.

"The King? Siapa ya?" Terry bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Seinget dia, dia belum pernah memasuki kontak bernama The King. Tanpa basa-basi lagi, Terry langsung membaca Emailnya.

***♚***
From: The King
Subject: Order #1
Message:
Order #1: Show your felling!


Selamat malam, teman-teman! Selamat bergabung dalam King's Game!
Untuk nama yang telah disebutkan, segera lakukan perintah dari King dalam jangka waktu 24 jam~! 

Jika ada yang tidak melakukan atau bermain curang, maka harus mendapatkan hukuman~!

Bintang kita hari ini adalah...
Absen no. 5
Arga Mahendra


Nama yang disebutkan diatas akan mengutarakan perasaannya kepada orang yang disukainya~!

Selamat berjuang!

sincerely,
The King

***♚***

"Arga? A-apa ini?" Terry tampak berfikir sejenak, namun ia segera meletakkan handphonenya kembali ke atas meja. Mungkin saja hanya spam, pikirnya.
***♚***
Keesokan paginya, seperti biasa... Terry menghampiri Darrel supaya mereka berangkat bareng ke Sekolah. Di depan rumahnya Darrel sudah berdiri seorang lelaki yang tak lain adalah teman sekelas Terry juga. Lelaki bermata hitam itu segera menghampiri Terry.

"Yo, Terry! Good morning~!" Terry tersenyum melihat lelaki itu.

"Pagi, Gilang~!" jawab Terry sambil tersenyum lebar.

"Hei, 'Ry, 'Lang! Sorry nunggu lama... Hahaha!" ternyata Darrel pun juga sudah keluar dari rumahnya. Akhirnya mereka langsung berangkat menaiki sepeda masing-masing.

Ditengah perjalanan, Terry tiba-tiba saja teringat oleh email yang diterimanya tadi malam. Dan dia segera menanyakan hal itu pada Gilang dan Darrel. Kedua lelaki itu saling bertatapan. Ternyata Gilang dan Darrel juga mendapatkan email yang sama.

"Lu gak ngerjain kita kan, 'Rel?" tanya Gilang.

"Kok gue sih yang dituduh? Siala lu 'Lang!" balas Darrel sambil menjitak sahabatnya itu. Terry hanya tertawa kecil melihat kedua sahabatnya.

Sesampainya mereka di kelas, ternyata semua penghuni kelas XI IPS 1 tengah mengerubungi Arga.

"Hei~! Ayolah, beritahu kita dong siapa orang yang kamu suka!"

"Sobat macam apa lu bro, punya orang yang disukain tapi gak bilang-bilang! Dasar!"

"Kyaaa, dari kelas mana, Arga? apa satu kelas sama kita?"

Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-temannya. Sedangkan lelaki yang bernama Arga itu hanya tertawa grogi menjawab pertanyaan-pertanyaan teman-temannya. Arga tidak memberikan jawaban yang pasti, mungkin dia belum siap untuk mengutarakan perasaannya.

"Kayaknya satu kelas dapet email dari The King deh..." ujar Darrel pelan. Terry dan Gilang langsung menatap Darrel. Wajah Terry tampak gelisah, sepertinya dia merasakan hal yang tidak enak tentang email itu.

Berbalik ke arah Arga kembali. Walaupun saat ini ia sedang berada ditengah keramaian, tetapi matanya tetap terpaku pada seorang lelaki yang menjabat sebagai Ketua Kelas di XI IPS 1. Ya... sudah lama Arga memperhatikan Ketua Kelasnya itu. Bahkan ia bersusah payah untuk memasuki SMA yang sama dengan orang yang disukainya itu. Sayangnya... Arga tidak punya keberanian yang cukup untuk menyatakan cintanya. Padahal sudah tiga tahun ia memendam perasaan sukanya pada Andri, sang ketua kelas.

Tapi... Arga kembali mengingat isi email yang diterimanya tadi malam. Bagaimana The King bisa tahu kalau ia sedang menyimpan perasaan pada seseorang? Dan terlebih lagi... Perintah yang diberikan The King adalah mutlak. Jika dalam waktu 24 jam Arga tidak menyampaikan perasaannya... maka ia akan mendapatkan hukuman. Arga mencoba mengalihkan perasaan tidak enaknya dan mencoba berfikit positive. Mungkin "The King" adalah penopang Arga agar ia bisa menjadi lebih berani untuk mengutarakan perasaannya pada Andri.

Ya, mungkin saja begitu...

Ketika ia melihat Andri yang tengah berdiri, Arga pun ingin segera menyusulnya. Mungkin ini waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaannya secara sembunyi-sembunyi.

"Ah, maaf... Gue keluar dulu ya sebentar, hehe." Arga segera melepas dirinya dari kerumunan teman-teman sekelasnya, dan langsung menuju pintu kelas. Yang lain menghempaskan nafas mereka karena pada akhirnya Arga tidak mau memberitahu nama orang yang sedang ditaksirnya.

Sedangkan di tempat lain, Arga dan Andri sedang berada di kamar mandi sekolahnya. Hanya berdua.
Arga berdiri tepat di sebelah Andri yang tengah membasuh tangannya di wastafel. Lelaki itu menatap lekat kedua mata Ketua Kelasnya dari kaca. Andri yang kebingungan karena diperhatikan seperti itu, akhirnya ia angkat bicara.

"Ada apa?" tanya Andri. Arga kembali melebarkan matanya, dan menatap kedua bola mata Andri dengas tegas. Arga tampak ragu dengan keputusannya ini, tapi...

"Gue... Gue suka sama lo, 'Ndri!" ucap Arga dengan lantang. Wajahnya yang putih kini berubah menjadi merah padam. Sekaligus berkeringat.

Andri yang mendengar pengakuan dari Arga, sempat tidak bisa berkutik. Ia hanya menatap teman sekelasnya itu dengan tatapan yang aneh.

"Uhm... Aku gak salah denger kan?" tanya Andri. Lelaki yang ada di hadapannya hanya menggelengkan kepalanya, tanda kalau Andri tidak salah mendengar. "Ah... Kalau gitu, aku minta maaf ya..." lanjut Andri.

Untuk sesaat, Arga tersontak kaget mendengar jawaban dari Arga. Tapi akhirnya Arga mengerti. Dari awal dia juga sudah tau kalau jawaban dari Andri pasti seperti ini.

Suasana canggung mereka dipecahkan oleh suara dering Handphone mereka masing-masing. Arga dan Andri segera mengecek pesan yang baru saja masuk.

***♚***

From: The King
Subject: Congratulation!
Message:
Selamat kepada bintang kita hari ini~! Siswa dengan No. Absen 5 yang bernama Arga Mahendra telah menyatakan cinta pada orang yang disukainya~!

Sincerely,
The King

***♚***

Arga dan Andri saling bertatapan ketika mereka selesai membaca email dari The King. "Apa ini perbuatanmu?" tanya Andri.

"K-kenapa gue? Kamu liat sendiri kan tadi? Gue gak pegang HP..." jawab Arga. Lelaki itu segera mengecek seluk beluk kamar mandi untuk mengetahui apakah ada orang atau tidak. Arga sangat yakin kalau hanya ada Andri dan dirinya, tapi kenapa The King bisa tahu kalau Arga sudah menyatakan cintanya?

"Ayo, 'Ga. Kita balik ke kelas aja dulu..." ajak Andri.
***♚***
Selepas istirahat, Terry, Darrel, dan Gilang berdiskusi di kantin mengenai email yang dikirim oleh The King. Mereka mempunyai firasat buruk soal permainan yang dibuat oleh The King ini.

Bahkan ketika Darrel mencoba membalas email dari The King, ia tidak bisa mengirimkan email untuk The King. Disebutkan bahwa email yang tercantum tidak terdaftar.

Ketiga lelaki itu saling bertatapan. Mereka yakin bahwa email ini bukanlah hanya sekedar Spam, ataupun Black Mail. Apalagi The King mampu mengetahui Absen dan alamat email masing-masing murid di kelas XI IPS 1. Tidak jauh, pasti pelakunya berada di kelas yang sama. Mereka bertiga yakin bahwa The King berada di 31 murid kelas XI IPS 1, kelas mereka sendiri.

Disaat Terry, Darrel, dan Gilang sedang sibuk berdiskusi. Mereka sampai tidak sadar, bahwa ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka bertiga. Lelaki itu tersenyum kecil, dan berkata...

"Akhirnya... Sesuatu yang menarik akan di mulai..."

To be continued...

Hari Senin dan Ilusi Part. II


Hari Senin dan Ilusi
***

Siang hari yang panas membuat Farren enggan keluar dari rumah, tapi tadi mama memberi perintah untuk pergi ke pasar membelikannya santan dan beberapa sayur. Padahal di rumah ada Dea adik Farren, tapi berdalih bahwa ia akan segera berangkat les siang ini mau tak mau Farrenlah pilihan terakhir mama. Tidak mungkin menyuruh papa karena papa tidak tau bedanya santan dengan susu kental manis. Yang ada bukannya masak sayur mama malah jadi membuat kue.

Sampai di pasar yang tak jauh dari rumah segera Farren mencari pesanan mama. Memang sial bagi Farren, ia malah bertemu dengan Gilang dan segerombolan teman-temannya. Pikiran pertama yang ada di otak Farren adalah, ngapain mereka di pasar? Jangan-jangan… kerja sambilan jadi tukang angkat barang…

Nampaknya Gilang sendiri menyadari keberadaan Farren dan langsung menghampirinya. “Ciyeee! Eh guys, ada sissy boy nih! Liat tuh, belanja ke pasar, mau masak apa mba bro?” ,ucap Gilang disusul tawa teman-temannya sementara Farren hanya diam.

Sebenarnya jika dilihat baik-baik Gilang itu termasuk remaja berwajah cantik, sangat tidak sesuai dengan perangainya yang kasar. Farren menghela nafas, coba saja dia yang berwajah seperti itu, pastilah banyak wanita yang akan menggilainya.

Melihat Farren yang tidak bereaksi Gilang malah jengkel. Dirampasnya belanjaan Farren lalu dihamburkan ke jalanan. Teman-temannya tidak mau tinggal diam, mereka menginjak-injak belanjaan Farren sambil tertawa kegirangan. Lagi, Farren terdiam melongo, pikirnya lagi, emang mereka anak-anak ya? Lompat-lompat gaje sambil injek-injek sayur? Dasar MKKB (masa kecil kurang bahagia)

Puas menginjak belanjaan Farren, Gilang dan teman-temannya pergi sambil tertawa terbahak-bahak. Farren menghela nafas, yang ada dipikirannya sekarang adalah bagaimana mengatakan pada mama tentang masalah belanjaan itu. Sementara Farren tidak membawa dompet untuk membeli lagi belanjaan tadi.

Saat membungkuk mengambil sayuran yang berserakan tiba-tiba dua buah kaki muncul di depan mata Farren. Farren mendongak dan mendapati seorang remaja seusianya menatap Farren serta belanjaan yang berserakan hancur tanpa ekspresi. Wajahnya terlihat lebam di ujung bibir kanan dan bajunya kotor.

“Elu kenapa?” ,tanya Farren. Padahal melihat dari situasinya, harusnya pemuda di hadapan Farren itulah yang bertanya.

Bukannya menjawab pertanyaan Farren, pemuda itu malah balik bertanya, “Kenapa ga beli yang baru?”

“Enggak bawa dompet.” Jawab Farren masih dalam keadaan bingung.

Pemuda itu berbalik meninggalkan Farren dengan seribu tanya di kepala dan sepuluh menit kemudian kembali dengan membawa jawaban dari pertanyaan Farren. Ia membawa belanjaan yang sama dengan yang dibeli Farren tadi lalu menyodorkannya ke Farren.

“Udah ya, gue mesti buru-buru. Elu juga gue saranin cepet pulang.” Ujarnya sambil lalu meninggalkan Farren.

“Eh! Tunggu! Elu siapa sebenarnya? Emang lu buru-buru kemana sambil bawa muka bonyok gitu? Terus kenapa harus cepat pulang??”

“Nama gue Grey, kelas XII SMA Pelita dan gue harus berangkat les sekarang. Bye.” ,tanpa menunggu balasan kata dari Farren pemuda yang bernama Grey itupun berjalan dengan cepat dan menghilang di tengah kerumunan orang bagaikan ilusi.

Kelas XII SMA Pelita? Itukan sekolah gue? Kok gue ga pernah liat atau ketemu ya? Pikir Revan bingung. Tapi ia dengan segera menepis harapan itu. Dari pada kebingungan hari ini lebih baik besok ia mencari tahu tentang Grey di sekolah. Toh, jika mereka memang satu sekolah tidak akan susah mencari informasi tentangnya dari teman-teman.

Tak lama hujan rintik-rintik mulai turun. Untung saja Farren sudah dekat dari rumah. Lamat-lamat hujan rintik berubah menjadi deras sore itu. Saat senja hujan mulai reda dan saat itulah Farren melihat pelangi yang indah. Membuatnya teringat akan kertas yang diremas itu beserta isinnya.
***
Hari ini Farren benar-benar dibuat kebingungan. Yang pertama, tidak ada kakak kelas mereka yang bernama Grey. Yang kedua ulangan dadakan dari Mr. Ahmat mengenai Direct-Indirect speech membuat Farren kelabakan karena ia memang tidak belajar. Yang ketiga, ada surat balasan. Kali ini tidak diremas tapi diselipkan ke dalan pipa yang dipotong sangat pendek.

Oh, jadi elu cowok ya? Sama dong
Hahaha, gimana? Kemarin hujan’kan?
Tapi habis itu pelanginya muncul
Dari kelas ini, dari tempat duduk ini gue ngeliat
Elu liat juga ga?
Tapi bosen nih, pak Hilman ngajarin soal Biologi
Panjang kali lebar alias luas
Padahal mah intinya sama aja

Itulah isinya surat yang kedua. Farren menggeleng kepala geli. Setidaknya dari surat tadi Farren tahu orang itu adalah anak IPA. Hmm… makin lama Farren semakin penasaran. Siapa sebenarnya sosok asli si penulis surat itu. Karena keasyikan melamun Farren tak sadar kalau saat itu sudah pertengahan istirahat. Saat itulah Farren melihat sosok yang sama sekali tidak ia sangka. Gray melewati tepat di samping jendela kelas.
Setengah berlari Farren keluar dari kelas mengejar sosok Grey. Aneh sekali pikir Farren. Padahal saat ini adalah pertengahan istirahat jadi harusnya lorong sepi karena rata-rata siswa pergi ke kantin tapi saat ini lorong justru ramai sekali.

Akhirnya Farren berhenti tepat di simpang tiga lorong sekolah. Sosok Grey menghilang, ia tidak bisa mengejarnya. Rona kecewa terpancar di wajah Farren. Dengan gontai ia berbalik kembali menuju ke kelas. Saat itulah ia mendengar suara isakan. Saat menoleh ke arah ruangan IPA, Farren melihat seorang pemuda tengah menggosok matanya dan setelah dicermati, orang itu ternyata adalah Gilang. Gilang nangis? Kenapa?


To be continued... 

I AM NOT FUDAN! Part. 2

Saturday, December 8, 2012

I AM NOT FUDAN!
Part. 2
***
Masih pada inget gue kan? Nama gue Andre, umur 17 tahun, dari luar gue cuman berperan sebagai layaknya murid SMA biasa. Tapi ada satu rahasia yang gue simpen... yaitu mempunyai pekerjaan freelance sebagai mangaka eroge. Kehidupan gue selama ini baik-baik saja.... tapi....

"Sensei~ Aku seneeeeng banget ketemu mangaka pro seperti sensei~" ujar seorang lelaki yang tadinya bersifat tsundere kini berubah layaknya cewek-cewek moe di manga. KUSO!!! APA YANG GUE SEBUT TADI!? MOE!?? NO! Mikir apa sih gue ini... sadar dong 'Ndre, dia itu Vian yang sering ceramahin elu. Yang sering ngomelin elu. Gak mungkin cowok kayak dia bisa dibilang Moe!

"Sensei..." Vian mulai meraih kedua tangan gue dari atas meja gue. Dan dia menggenggamnya. Wait... dan dia apa? "Sensei~ maukah kau mendampingiku... untuk membuat manga Yaoi~?"

"DAFUQ!??? YAOI!?? NOOOOOOOO! GUE GAK BAKALAN GAMBAR KOMIK YANG CERITANYA TENTANG COWOK SAMA COWOK YANG LAGI CIUMAN ATAU LAGI XXX!! NO WAY! EVER! WALAUPUN LU CIUM GUE JUGA GAK BAKALAN GUE BIKIN KOMIK KAYAK GITU!!!"

"..............."

Hening.

Entah perasaan gue aja... atau gue beneren lagi diliatin sama anak-anak sekelas ya? Nggak.... GUE BENERIN DILIATIN SAMA ANAK-ANAK SEKELAS!

"Hahahaha, tadi gue bercanda kok. Gak usah pada serius kali, HAHAHA. Hahaha. Haha..." setelah gue berkata begitu, akhirnya anak-anak sekelas pada lanjut asik sendiri-sendiri lagi. Fiuh, aman.... sialan, gara-gara bocah yang bernama Vian ini. Kuso!!!

"Ne~ Sensei~ ngomongnya jangan keras-keras, nanti rahasia yang kita simpan berdua ketauan sama teman-teman sekelas lho..." bisik Vian pelan ditelinga gue, dengan jarak yang sangat sangat dekat..... dan itu ngebuat gue....

"AAAARGH!!! NGAPAIN LU BARUSAN!?? JANGAN NIUP-NIUP KUPING GUE!!!"

"Aha~ Sensei sensitive banget ya... Kawaii~"

Anjrit, gue lebih milih Vian jadi tsuntsun tanpa dere dari pada Vian yang bersikap seperti tokoh-tokoh Moe kayak sekarang!! Kamisama, aku tau kau telah mengabulkan permintaanku agar aku bisa dipertemukan dengan teman satu seperjuangan. Tapi... INI BEDA JALUR!!

Gue punya mimpi sebagai mangaka pro di genre Ero. Alias Hentai. Tapi kalau Vian... dia punya mimpi sebagai mangaka pro spesialis Yaoi. iya, YAOI. YE-A-YA-YO-I-YI, YAOI!! Yaoi adalah salah satu genre dimana ceritanya berfokus pada seorang lelaki yang jatuh cinta dengan seorang lelaki juga. Wait, KENAPA GUE JADI JELASIN YAOI!!!??

"Ne... sensei... Hari ini sensei bisa datang ke rumah ku gak?"

APALAGI SEKARANG!?? Ke-kenapa tiba-tiba Vian ngajakin gue kerumah dia!?? Vian... apa yang sebenarnya lu rencanain!!??

"Nggak bisa! Gue sibuk!" tolak gue sambil melipat keduatangan gue di depan dada gue.

"Hoo~ jadi lu lagi sibuk ya? Ngomong-ngomong hari ini lu telat, dan gue nolongin lu dari guru BP lho. Gimana ya kalau guru BP tau kalau lu telat lagi? Bisa-bisa ortu lu dipang..."

"GUE IKUT!! MAU ADA ANGIN TOPAN MELANDA JUGA GUE TETEP DATENG KERUMAH LO! PUAS LO VIAN!??"

"Yatta~ Sensei baik banget deh~"

Kamisama... Oh janshin... Oh lord... Oh god... Sebenernya apa salah aku sampai kau memberikan ujian ini kepadaku??

Vian itu cowok. Dan dia suka Yaoi. Terus dia ngajakin gue kerumahnya...

Nggak, nggak... Apapun yang terjadi gue mesti tetep sama pendirian gue untuk menjadi mangaka Ero yang pro. Bukan yaoi, tapi ERO!! Gue gak bakalan kebujuk sama jebakan-jebakan yang bakal dia pake pas nanti gue kerumah dia. Gue gak bakalan terpengaruh sama muka Bishounennya Vian. Mau dia crossdress jadi maid juga gak bakalan ngaruh ke gue buat suka sama genre Yaoi. Walaupun dia naked dan cuman pake apron pun juga gak bakalan gue serang dia, cium dia, dan desahannya juga gak bakal ngebuat gue.... Wait, KENAPA GUE JADI MIKIR HAL MACEM-MACEM SOAL VIAN!!?? Siapapun... BUNUH GUE SEKARANG!! GUE UDAH GILA!

---------------------------------------------
Depan Rumahnya Vian
 ---------------------------------------------

Ok, sekarang udah jam 4:15, dan saat ini udah tepat 15 menit gue berdiri di depan rumahnya Vian. Kuso! Kenapa gue jadi deg-degan gini!?? Tinggal pencet tombol bel doang... tapi... tapi... arrrgh!!

"Aih, kamu pasti temennya Vian ya?" tegur seorang wanita cantik yang baru saja keluar dari pintu gerbang rumahnya Vian. HEEE!?? Siapa dia!? Kenapa Vian gak pernah cerita kalau dia tinggal bersama cewek cantik ini!?? A-aaaa kawaii! "Hmm... siapa ya tadi namanya... Ah, iya! Kamu yang namanya Andre kan?"

"Aaah haha, iya iya. Saya Andre, temen sekelasnya Vian..."

"Wah, kalau gitu langsung masuk aja. Kamarnya Vian ada di lantai dua, disana cuman ada satu kamar, nah... itu kamarnya Vian. Kamu langsung ke kamarnya aja ya, tante lagi ada urusan sebentar. Selamat bersenang-senang~"

Ta-tante dia bilang? M-masaka... Dia ibunya Vian!?? Gila... muda banget. Kawaii lagi. Daripada jadi ibu, lebih pantes jadi kakaknya Vian. Hah.... keluarga aneh.

"Permisi~" ucap gue sambil memasuki rumah Vian. Hoo... keliatannya gak ada orang. Oke, kayaknya gue langsung ke lantai dua aja deh. Cuman ada satu kamar kan? Berarti yang ini... Pake ketok dulu gak ya? Nggak usah deh. Sekalian mau ngagetin. HAHAHA. RASAIN!

Oke... Ambil nafas. 1.... 2....

BRAAAK!!

"DOOORRR!!!!"

".........."

Saat ini... di depan gue ada Vian yang lagi memakai CD. Iya, CD... celana dalem. Pantsu. Itu tandanya? Vian yang ada di hadapan gue sekarang ini keadaannya masih naked. Dan dia masih bengong ngeliat gue yang tiba-tiba masuk ke kamarnya. Oke, gue sendiri gak tau harus berbuat apa... tapi yang jelas, gue punya perasaan gak enak untuk tiga detik kemudian.... 1.... 2....

"GYAAAAAAAA!!!!!! ANATA WA HENTAI NO BAKA YARO DESU!!!"

BRUGGGH!!

Dengan tendangan side-kick Vian yang mengarah tepat dihadapan muka gue, gue pun terjatuh dan terlempar ke luar kamar.

"A-ara... Sensei...! Daijoubu, ka? Gomenne... aku gak bermaksud nendang sensei lho tadi. Habisnya sensei tiba-tiba masuk kamar sih...."

"Hahaha. Udah lupain aja, slow aja..."

Sebenernya... gue masih kesel karena tiba-tiba ditendang. Lagian dia lebay banget, udah tau sama-sama cowok... kenapa juga mesti malu? Gue juga gak bakal ngelirik kok. Gue sendiri kan punya. Hah... Ada-ada aja deh. Tapi yaudahlah, untung nih anak lagi bersikap moe. Jadi bisa gue tolerir lah.

"Sini Sensei... biar aku bantuin berdiri." tanpa aba-aba Vian langsung narik tangan gue. Tapi, karena gak balance.... Vian pun kepleset dan kepalanya hampir jatuh kena lantai. Sebelum itu terjadi, gue cepet2 mindahin posisi gue sama Vian. Dan akhirnya.... gue jatuh.... untuk yang kedua kalinya.

"Sensei....!!!"

"Ermngh.. lu gak apa-apa 'Yan?" dengan sedikit meringis, gue coba ngebuka mata gue... dan... GOD!! HE'S SO CLOSE TO ME!!! Cuman tinggal beberapa senti lagi... gue yakin bibir gue bakalan kena bibir dia!! "S-sorry...!!" ujar gue lanjut sambil ngelepas pelukan gue ke Vian. Duh... bisa gila gue lama-lama disini...

"Aku gak apa-apa kok sensei... A-Arigatou..."

K-kawaii...!! Gue gak pernah bayangin sama sekali... kalau seorang Vian si ketua kelas yang galak itu...Bisa blushing layaknya karakter-karakter MOE di komik Shoujo. Kalau di adegan-adegan manga ero nih... pasti kita udah ngelakuin xxxx. Aaaargh!! Get real, MAN!! You're guy, and he's a guy!! KUSO!!

"Ah ya... masuk aja sensei. Ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan ke sensei..."

Sesuatu?? Yang ingin diliatin ke gue? Kira-kira apa ya?

Sambil menunggu Vian yang sedang mengambil "sesuatu" itu, gue cuman duduk sambil liat-liat ruangan kamarnya Vian. Hoooo, ternyata lumayan rame juga nih kamarnya. Beneren masih gak percaya gue.... Kalau si perfectsionis Vian ternyata seorang Otaku juga, dan ternyata orangnya careless gitu.

"Sensei... ini...." Vian ngasih gue beberapa lembar kertas, dan setelah gue liat kertasnya. UWO!? I-ini... "Itu manga buatanku, sensei. Bukan Yaoi sih... Masih kadar Shounen-Ai aja... Karena aku lebih suka menonjolkan kisah cintanya aja. Coba sensei baca, aku butuh pendapat sensei!!"

Ah.... ternyata dia ngundang gue kesini cuman buat ini toh. Gue kira apaan.... Hah... bisa-bisanya gue mikir yang macem-macem. Tau ah, mending gue liat karyanya Vian dulu.

Wow... ternyata gambarnya Vian bagus juga. Tapi...

"Hmm... sepertinya ada yang kurang..." ujar gue pelan.

"Hontou ni!? Apa itu, sensei?"

"Pas disini.... Waktu si cowok pertama ngedempet cowok kedua ke tembok. Harusnya ada adegan lebih dari ciuman, misalnya... si cowok kedua dilempar ke kasur, dan cowok pertama mulai melucuti baju..... Wait.... KENAPA GUE BERKOMENTAR KAYAK GINI!!!!!???"

"Aaaaah~ ternyata di dalam diri sensei, sensei punya bakat buat bikin alur cerita Yaoi ya~ Kalah deh aku, aku aja cuman bisa shounen-ai~"

"Nggak, 'Yan! Gue gak ada minat dan sama sekali gak minat dengan dunia Yaoi, Shounen-Ai, dan sebagainya. Oke? GUE GAK MINAT!! TITIK!!!"

"Aha~ Tapi sensei masih berminat buat meraih mimpi bersamaku kan~?"

Kamisama.... tatsukette kudasai.......!!!!!!!

Entah apa yang akan terjadi selanjutnya kalau gue masih tetep terus bersama Vian untuk meraih mimpi gue sebagai mangaka pro. Kuatkan dirimu Ndre, jangan sampe dirimu masuk ke dalam dunia Yaoi!!
 

ToBeContinued

Hari Senin dan Ilusi Part. I


Hari Senin dan Ilusi
part. I
***
Ini bukan ceritaku tapi aku dengan senang hati menceritakannya padamu.
Ini cerita tentang dia dan ‘ilusi’. Maksudnya? Mungkin inilah pertanyaan pertama yang kalian tanyakan tapi abaikanlah. Mulailah gerakan matamu mengikuti alur cerita ini. Biar kau tahu sendiri cerita apa ini dan maksud dari kalimat pernyataan tadi. bukannya aku pelit berbagi informasi, hanya ingin sedikit biarkan kalian berfantasi, dengan khayal diri sendiri.
 
Aku tahu kalian mulai tak sabar. Risih dengan awal yang panjang lebar. Tapi aku sendiri tak paksa kalian untuk membaca. Jika kalian risih palingkan wajah dari layar kaca. Entah itu ponselmu atau televisi, karena cerita ini belum tentu berisi.***
Hari Senin bukanlah hari yang menyenangkan, terutama bagi pelajar. Padahal jika dipikirkan apa
salahnya hari Senin? Bukan dia yang meminta untuk menjadi hari setelah Minggu. Bukan dia juga yang meminta jadi hari pertama dari hari kerja. Tega sekali orang membencinya. Setidaknya itulah yang ada di dalam otak Farren atau nama lengkapnya Farren Oktavio.
 
Farren memang hanya siswa biasa tapi setidaknya dia punya satu kelebihan yang lumayan ia banggakan, bahwa ia menyukai hari Senin. Baginya hari Senin adalah hari pertama kita memulai aktivitas kembali yang tak kita tahu apa yang akan menanti. Itulah yang dinanti-nanti Farren meski ia hanya anak kelas XI SMA biasa.

“Woy Ren, tumben lu pagi-pagi ke kantin hari Senin, biasanya kan hari Senin lu duduk manis diem di kelas,” sebuah suara menyadarkan Farren dari lamunannya. Ia hampir saja lupa kalau ia sedang duduk menikmati bakso mang Ujang di kantin pagi-pagi sekali. Tahu-tahu baksonya sudah dingin.

“Eh, elu Mor, tumben. Biasanya nangkring di kelas Dian dulu. Eh, traktir gue yah? Lagi tipis nih dompet gue! Hehe,” dengan tampang santai Farren langsung ‘memalak’ temannya yang bernama Mori itu.

“Ah! Elu mah tiap ada gue ngakunya tuh dompet tipis mulu! Nyatanya tipis sih iya, tapi isinya yang lembar warna merah lima!” jawab Mori sewot tapi tetap saja ia sambil memesan langsung membayar makan untuk mereka berdua di kasir. “Iya nih, gue lagi bete sama si Dian. Lagi deket dia sama cina kesasar, Gilang!” lanjut Mori setelah kembali duduk.
 
Farren diam. Memang ada masalah antara dia dengan Gilang. Entah kenapa Gilang suka sekali mencari masalah dengan Farren. Gilang merupakan orang Bandung asli tapi entah kenapa wajahnya seperti wajah oriental sehingga banyak perempuan menyukainya karena keimutannya. Tapi Farren sendiri jarang menanggapi Gilang yang sering bertingkah menyebalkan, ia hanya heran.

Bukan hanya Farren yang heran, Mori juga sama. Padahal jika dilihat Farren jelas lebih besar dari Gilang, tapi Gilang masih saja suka menantang Farren. Mungkin karena Farren terlihat sangat biasa dan seolah tidak dapat melawan. Belum lagi ia sering menutupi matanya dengan poni dan kacamata, salah satu hal yang membuat Mori iri karena Farren selalu lolos dari gunting maut guru BP mereka, pak Sonon.
***
Hari pun bergulir berganti menjadi hari Selasa. Bukan hari kesukaan Farren karena hari ini ada pelajaran sejarah. Farren sangat lemah dalam berhapal, tulisannya jelek, dan suaranya datar. Sangat tidak cocok untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan sastra dan sejarah tapi ia lumayan bisa mengerti hitungan. Setidaknya berada di peringkat 10 besar sudah cukup lumayan.

Saat sibuk mencari penghapus di kolong meja, ia menemukan sebuah kertas yang telah diremas. Entah apa dan kenapa, seolah tertarik oleh medan magnet yang diciptakan oleh kertas itu, Farren membuka remasan kertas itu.

Buat siapapun yang baca surat ini

Hei, kenalin, gue cuma pengen kenalan

Oh ya, apa lu tau kalau hari ini bakal ada hujan?

Setelah hujan bakal muncul pelangi

Well, denger-denger guru TIK ga bakal masuk karena sakit perut

Mungkin dia diare kali

Hmm… ngomong-ngomong gimana kabar lu?

Senang bisa kenalan ^~^
 
Farren terkikik geli membaca tulisan di dalam remasan kertas tersebut, mungkin orang yang menulis ini adalah anak kelas dua belas yang tiap sore saat pelajaran tambahan belajar dan duduk disini. Maklum, saat mendekati ujian tiap sore anak kelas dua belas harus turun.
 
Awalnya Farren ingin mengabaikan kertas itu tapi tanpa sadar ia membalas surat itu. Entah kenapa Farren jadi penasaran, siapa gerangan penulisnya? Seperti apa orangnya? Kenapa ia bisa seyakin itu bahwa suratnya akan dibalas?
+to be continued+

I AM NOT FUDAN! Part. 1

Thursday, December 6, 2012

I AM NOT FUDAN!
Part. 1
***

Nama gue Andre. Umur 17 tahun, dan hanyalah seorang murid SMA biasa. Well, seenggaknya sih itu yang orang-orang lihat... Tapi dibalik wajah yang tampan nan mempesona ini *huek*, gue sebenernya seorang OTAKU. Tapi ini bukan rahasia lagi sih kalau gue ini seorang otaku, temen-temen gue jg udah pada tau, tapi ada satu hal yang belum diketahuin sama orang-orang... Kalau gue itu adalah seorang mangaka. Bukan seorang mangaka biasa, tapi seorang mangaka yang berada di dalam genre ERO, alias ECCHI, alias HENTAI. So, gak mungkin gue ngumbar2 pekerjaan freelance gue itu ke orang-orang, bisa-bisa gue dikeluarin dari sekolah.. Hahaha.

Oh ya, gue siap-siap mau sekolah dulu ya. Eh...

wait, sekarang jam berapa?

yvb(!*_)%^&*@(I&*()!?????
JAM 7 kurang 10 menit!??? GAWAT. Gue mesti cepet-cepet nih!!

Gini nih repotnya gak ada orang tua dirumah, gak ada yang bangunin. Tapi ada enaknya juga sih, gue bisa gambar dan nonton segala macam hal yang berbau Eroge! Muahaha, AAH! Bukan waktunya bersenang-senang! Cepat beres-beres dan berangkat!!

***
Di sekolah..
***
YES! Masih ada waktu 5 menit sebelum bell masuk. Mesti buru-buru nih gue, kalau nggak....

SLEP!!
BRUGH!!

Sial, kaki siapa sih!?? sengaja banget ngebuat gue kesan...dung.... oh my,

"Good morning, Mr. Lazy. Hampir telat lagi ya?" sapa seorang lelaki yang kayaknya secara sengaja bikin gue kesandung.

"Hahaha, masih mending ada 'hampir' nya kan? Ketua Kelas?" terpaksa deh gue pasang tampang ramah ke dia, hah.

"Sama aja, bodoh. Intinya sama-sama telat. Listen, gue harap ini yang terakhir kalinya gue ngomong kayak gini. Tapi gara-gara lo, kelas kita lama-lama bisa di cap sebagai tukang telat. Catet itu." setelah berkata seperti itu, Vian langsung ninggalin gue tanpa bilang minta maaf karena udah ngebuat gue jatoh. Fine, it's ok. Udah biasa gue di giniin.

Padahal tampangnya bisa dibilang kayak cewek, tapi kalau sifatnya seperti itu sih pantes aja semua orang gak suka dia. Kalau di game-game sama anime sih tipe yang kayak gini bisa dibilang Tsundere, tapi gak ada DERE di dalem Vian. Cuman ada tsun-tsun! Iya, gak ada dere, Wait, KENAPA GUE SEMPET-SEMPETNYA MIKIR HAL YANG GAK PENTING SEPERTI INI!? Aaargh, sial. Ini semua gara-gara Vian!

"Weeeits, pagi bro. Kena omel lagi gak lu sama Vian?" sapa seorang lelaki dari belakang gue.

"Haha, asik banget lo dapet perhatian khusus dari sang ketua kelas, muahahaha!" kini murid lelaki lain yang nyapa gue sambil nepuk bahu gue. Haha, sialan mereka. Gue ditindas gini sama ketua kelas malah mereka ngecengin gue.

"Sialan lu ye, gue doain lu lu semua telat terus kena omelnya!" balas gue.

"Ah masa? Gue dulu pernah telat, tapi gak diomelin tuh. Nasib lu doang kali yang apes, kena omel si ketua kelas mulu. Hahaha"

Jangankan mereka. Gue aja juga heran sih... kenapa sih tuh anak selalu ngomelin gue terus? Apa dia punya dendam ya ama gue? Tapi... gue tau, Vian itu gak selalu menjadi seseorang yang serius, perfectionist, dan semacamnya. Buktinya waktu gue lagi diem-diem baca manga di kelas, Vian ngawasin gue biar gue gak ketauan sama guru. Terus kalau gak ada dia nih, gue pasti selalu lupa ngerjain PR kalau misalnya Vian gak sms in gue terus tiap malemnya. Gue rasa, gak ada salahnya kalau dia merhatiin gue terus. Hah, mungkin memang ada 'dere' di dalam diri Vian, gak cuman Tsuntsun aja.

***
Pulang sekolah..
***

Haaaaah, akhirnya selesai juga hari yang melelahkan di sekolah. Nah, waktunya sekarang menggambar! Gue ambil peralatannya dulu ah...

wait.

Naskah Draft gue mana!?? Perasaan tadi gue bawa ke sekolah, terus.... omg, don't tell me...!?

Mesti cepet-cepet kesekolah gue, sebelum semua terlambat!!!

Kalau gak salah tadi gue nyimpen di kolong mejanya gue. Gue harap masih ada!! Gue harap gak ketauan sama siapa-siapa...!

BRAAK!!

"Vian?"

"An...dre?"

Mati.

Mati gue. Ternyata Vian masih ada di kelas, dan dia lagi duduk di meja gue, ditambah naskah manga eroge gue ada di tangannya. Dengan tampang wajah datar, gue jalan kearahnya. Ngambil naskah dari tangan Vian, terus balik arah. Vian sendiri gue rasa gak tau harus ngomong apa dia, so, dia cuman diem aja kayak gue.

"Kalau misalnya lu mau laporin ke BK, atau ke pihak sekolah... boleh kok. Laporin aja." ujar gue dengan pasrah sebelum keluar dari ruangan kelas.

selamat tinggal masa depanku~
selamat tinggal sekolahku~
selamat tinggal kelasku~
selamat tinggal teman-temanku~
selamat tinggal guru-guruku~

Hah. Hahaha. Kalau orang tua gue balik ke Indonesia, gue mesti bilang apa nih? Apa gue pura-pura lupa ingatan aja ya? Hmmm..

"Andre!! Andre! Tungguin gue sebentar, Andre!" hah? Kenapa si Vian lari-lari gitu?

"Ada apa?" tanya gue singkat sambil balikin badan. Sedangkan Vian mengatur nafasnya sebelum dia berbicara kembali.

"Gue suka sama lo!!!" teriaknya.

hah?

Ini gue yang salah denger? Atau pembaca yang salah baca? Atau Author yang salah ketik??

"Hah?" tanya gue dengan bingung sebingung-bingungnya.

"Gue gak bakal lapor ke siapapun! Gue sebenernya udah nebak dari dulu kalau lu bisa gambar, dan ternyata tebakan gue benar! Gambaran lu tuh bener-bener bagus, gue juga pengen jadi mangaka kayak lo! Onegai, sensei! Ajarin aku unuk menjadi mangaka pro seperti sensei!"

N-N-N-N-N-N-NANIIIIIIIII!???
Ini gue mimpi, atau apa sih? Si Vian... Vian yang ketua kelas itu? Ngerti bahasa jepang? Ngerti istilah-istilah jepang?? What?

"Uhm, sensei?? Daijoubu ka?" tanya Vian sambil mendekatkan wajahnya kearah gue.

"h-hah? iya.. hahaha. Emangnya kalo lu mau jadi mangaka, mau buat manga genre apa?" tanya gue balik sambil masih agak merinding.

"Uhm... sebenarnya terlalu memalukan. Ta-tapi karena sensei yang nanya, jadi aku harus beritahu sensei... A-aku, pengen bikin manga bergenre YAOI."

1....


2....


3....


3 detik sudah gue pasang tampang Bad Poker Face.

"Saya permisi dulu, bye bye!" dalam 3 detik gue ambil langkah kaki seribu supaya jauh-jauh dari ketua kelas. Bye ketua kelas!!!

"Tunggu, senseeeeeeeeei~ Chotto matte kudasai! Jangan lari~ aku cuman tertarik sama yaoi di dunia 2D koook~! SENSEEEEEEEEI!"

Dan begitulah.... awal mula gue bertemu dengan seseorang yang mempunyai mimpi yang sama, namun beda jalur. Haha... Hahaha. HAHAHAHA.

To be continued....

I'ts too late, to say i love you too


I'ts too late, to say I love you too

Malam ini hujan begitu deras,keadaan di luar sangat sunyi,angin malam saat itu sangat dingin hingga menusuk kulit. Hampir seluruh penduduk kota tengah tertidur lelap karena dinginnya angin malam ditambah lagi jam sudah menunjukan pukul 1 pagi,namun keheningan itu segera pecah ketika seorang remaja perempuan berteriak histeris dengan kencangnya...
 
“INI SEMUA SALAH LO..KLO BUKAN KARENA KEEGOISAN LO DAFA GAK KAN MATI..DAFA GAK AKAN NINGGALIN GW INI SEMUA SALAH LO RION INI SEMUA SALAH LO…BALIKIN DAFA GW BALIKIN SOBAT BAIK GW ION…..BALIKIN DAFA SAMA GW…” teriak remaja perempuan itu sambil menangis,dia menjerit histeris sambil memukul-mukul seorang remaja lelaki yang usianya hampir sama dengannya,remaja lelaki itu hanya terdiam tak melakukan apa2 juga tak melakukan perlawanan meskipun gadis itu tengah memukul dirinya..

Remaja lelaki lainnya datang mencoba untuk mengehentikan aksi sang gadis,dia menarik sang gadis dan mencoba untuk menenangkannya…

“vy tenang vy”ucap lelaki itu,namun percuma sang gadis masih tetap meronta dan mencoba menghajar lelaki yang ada di hadapannya,mungkin kalau bisa dia ingin membunuh lelaki yang ada di depannya karena lelaki itu telah menyebabkan dia kehilangan sahabat baik dia untuk selamanya…
‘Mata dibayar dengan mata,nyawa di balas dengan nyawa’ mungkin itulah yang ada di pikiran sang gadis kala itu
“PUAS LO SEKARANG…PUAS LO UDAH BUNUH TEMEN GW…PUAS LO DENDAM LO UDAH TERBALAS…SEKARANG UDAH GAK ADA LAGI ORANG YANG BAKAL GANGGU HIDUP LO….ORANG YANG LO BENCI UDAH MATI….PUAS LO RION….JAWAB GW ION JAWAB GW”teriaknya lagi
“vy….silvy,tenang vy….inget kita ada di rumah sakit vy”ucap lelaki yang lain,mencoba sekali lagi menenangkan sang gadis,sang gadis yang bernama silvy itu mencoba menenangkan hatinya,dia sadar klo dia bukan berada di tempat yang tepat untuk menghajar dan menghakimi lelaki yang ada di hadapannya..
Dia mencoba untuk tenang karena sekarang dia berada di rumah sakit,lebih tepatnya dia berada di depan ruang ICU,semua dokter dan suster yang berada di ruang ICU mencoba untuk menenangkannya…
Tapi dia tidak bisa tenang,dia tidak bisa mengontrol emosinya,bagaimana kau bisa mengontrol emosimu ketika dokter mengatakan sahabat baikmu sahabat yang selalu menemanimu telah tiada….dia telah pergi untuk selamanya meninggalkanmu bersama kenangan-kenanganmu bersamanya
Ya sahabat dari SILVYANA WIRAUTAMI,DAFA REKSA PUTRA telah meninggal dunia tepat pukul 1 malam …..
Dan kematian teman baiknya itu di sebabkan oleh keegoisan lelaki yang ada di hadapannya,lelaki yang bernama ‘RIONALDI ANGGARA’
“dia udah bunuh dafa dhi,dia udah buat dafa meninggal dhi,dia udah ngebunuh sahabat baik gw ardhi”ucap silvy pelan,tubuhnya sudah lemas,lemas karena mendengar sahabat baiknya telah tiada dan lemas karena telah memukul lelaki jahanam yang telah membunuh sahabatnya itu
“lo bunuh rion juga,gakkan buat dafa kembali vy..lo harus terima lo harus terima kalo dafa udah gak ada”balas ardhi pelan
Tak lama setelah itu para perawat keluar sambil membawa tubuh dingin dafa yang tertutupi selimut putih,silvy berjalan perlahan mendekati tubuh dafa,dibukanya kain putih itu dilihatnya teman baiknya itu telah pucat,bibirnya tak lagi merah seperti dahulu,bercak darah masih terlihat di keningnya.
Di sentuhnya wajah dafa,di belainya rambut dafa..
Airmata kembali menetes di pipinya
“harusnya gw gak ninggalin lo waktu itu…harusnya gw tetep sama lo….”ucapnya pelan,di peluknya tubuh dafa yang telah dingin dan isak tangispun kembali pecah..
Lelaki yang bernama ardhi hanya menundukan kepalanya,dia tak tahu harus bagaimana menenangkan kekasihnya,dia mengerti perasaan kehilangan yang dialami kekasihnya itu,dia sangat mengerti perasaan itu…
Sementara rion tak mampu berkata apa2,dia juga hanya menundukan kepalanya dan airmata perlahan keluar dari matanya,silvy benar….dafa meninggal gara2 dia…dia sudah membunuh dafa adik tirinya sekaligus lelaki yang dia cintai….
Rasa cinta yang terlarang dan juga rasa cinta yang baru dia sadari setelah dia kehilangan dafa..
‘maafin gw dafa……’ucapnya pelan dalam hati,namun dia tau kata maafnya takkan mengubah keadaan,takkan membawa dafa kembali ke hadapannya…
Semuanya sudah terlambat…

_FlashBack_
_Dafa POV_
Gw terbangun dari tidur gw karena mendengar alarm gw berbunyi,gw bangun dari tempat tidur gw dan gw buka jendela kamar gw..
Hum matahari belum menampakan wujudnya,gw liat jam ternyata masih jam 5,gw siapin semua kebutuhan gw buat sekolah dan gw bersiap-siap buat mandi….
Sekitar pukul 06.15 gw udah selesai dan bersiap berangkat sekolah..
“den…nyonya udah nunggu aden di bawah”ucap bi iah
“iya bi,bentar lagi”
Gw mengambil tas gw dan turun kebawah,gw liat udah ada papah,mamah dan rion di meja makan..
Gw Cuma menghela nafas,lalu turun kebawah mendekati mereka bertiga
“pagi mah…pagi pah…pagi rion”ucap gw
“pagi juga”ucap papah
Sementara mamah dan rion hanya membalasnya dengan ‘hum’
“mah,pah aku berangkat duluan”
“gak sarapan dulu fa,ini kan masih pagi”
“gak pah aku piket hari ini”
“iya tapi ini kan masih jam 6 fa”
“gak apa kok fa nanti dafa makan di luar aja”
“biar aja kali pah dia,gak sarapan gak akan membuat dia mati kok pah”sinis rion
Gw Cuma diam,dan langsung salam sama mamah dan papah kemudian gw ambil sepedah gw dan gw langsung berangkat..
Inilah kehidupan gw,dulu kehidupan gw jauh lebih tenang ,keluarga kecil gw yang bahagia,ada ayah yang selalu manjain gw dan ada mamah yang selalu menyayangi gw tapi semuanya berubah sejak ayah meninggal. Ayah gw udah meninggal karena kecelakaan waktu umur gw 10 tahun setelah ayah meninggal mamah jadi berubah dia gak pernah ninain bobo gw ataupun sekedar menyapa dia gak pernah ngurusin gw lagi,mamah jadi super sibuk dengan kerjaannya dia,mamah juga jadi gampang marah dan kadang suka mukul gw.
Tapi gw ngerti,mamah terlalu shock karena kehilangan ayah karena itu gw Cuma diem aja klo mamah udah marah dan mukulin gw,gw percaya klo suatu saat nanti mamah akan kembali seperti dulu lagi,gw di besarin sama pembantu gw bi iah karena mamah jarang ada dirumah. Jujur gw kesepian gw pingin mamah kembali seperti dulu,gw pingin mamah yang selalu nyayangi gw,mamah yang selalu buat gw tenang.
Gw ngelakuin segala cara supaya mamah ngeliat gw lagi,gw belajar yang rajin sampai gw jadi langganan juara 1,gw lakuin semua yang mamah gw suruh tapi mamah sama sekali gak pernah ngeliat gw……
Lalu tiba2 mamah bilang mamah akan menikah lagi dengan salah satu kolegannya,gw seneng banget karena mamah mulai kembali seperti dulu,gw juga seneng Karena sebentar lagi gw gak akan sendiri lagi,sebab pria yang akan mamah nikahi punya anak 1 yang seumuran dengan gw artinya gw gak akan kesepian lagi.
Tapi ternyata gw salah,justru pernikahan mamah ini merupakan neraka buat gw,ternyata pria yang di nikahi mamah adalah papahnya rion temen sekolah gw yang benci banget sama gw.
Gw gak ngerti kenapa dia benci banget sama gw padahal gw gak pernah berbuat salah sama dia,tapi dia ngebully gw habis2an di sekolah,dia nguciin gw di kamar mandi,ngebuang tas2 gw,atau dengan sengaja melempar bola basket kearah gw sampai gw pingsan dan di bawa ke uks.
Sekarang setelah dia jadi saudara tiri gw,kebencian dia sama gw semakin menjadi. Dia jadi suka memfitnah gw di depan mamah sampai2 mamah benci banget sama gw,dia ngambil posisi anak kesayangan dari gw,klo mamah sama papah pulang malam dia suka caci maki gw,mukul gw atau sengaja ngunciin gw di kamar supaya gw gak makan. Pernah yang paling ekstrim dia hampir ngebunuh gw,waktu itu mamah sama papah pergi keluar kota selama beberapa hari dia nguciin gw waktu gw pulang malam karena nganterin silvy latihan basket,harusnya si ardhi yang nganterin tapi karena ada urusan keluarga jadinya gw yang nganterin,padahal waktu itu hujan lagi gede2nya. Akhirnya gw tidur di luar sampai besoknya gw sakit demam tinggi.
“hei ngelamun aja lo daf”ucap silvy sambil menepuk bahuku,aku terbangun dari lamunan gw
“vy”
“ngapain bengong mulu daf,gak jalan2”
“hum,lo gak bareng ardhi”
“ardhi ada piket jadi subuh2 dia udah berangkat”
“tau gitu gw jemput lo vy”
“gak perlu daf,gw masih bisa pergi sendiri kok”
“iya2 tuan putri”
“apaan sih lo,btw lo pergi pagi mulu daf,lo di usir lagi ama si rion? ”
“gak kok vy,kasian dia klo kepaksa nganterin gw mulu jadi gw mutusin buat pergi duluan aja biar papah gak maksa dia buat nganter gw”
“si rion emang bikin jengkel deh,apa sih mau tuh preman dia udah ngancurin idup lo tapi belum aja puas ya ”
“……”
“lo juga bikin gw tambah kesel,fa rion tuh udah ngancurin idup lo,dia juga udah ngerebut semua milik lo tapi lo masih aja belain dia lo masih mencintai cowo brengsek kayak dia gw gak ngerti pikiran lo fa”
“dia itu baik vy”
“baik??? Lo bilang rion baik???? Fa dia itu udah hampir bunuh lo tapi lo masih bisa bilang dia baik,otak lo udah gak beres fa”
“dia baik vy…meski dia berandalan tapi sebenernya dia baik ,Cuma sama gw aja dia sentimen”balas gw
Bener sebenernya rion anak yang baik klo bukan sama gw,dan mungkin dia gak sadar klo dia pernah nolongin gw. Dulu waktu pas mos gw kena hokum gara2 gak bawa barang mos dan akhirnya gw di hukum berdiri di tiang bendera,karena enggak sarapan gw pingsan dan orang yang nolongin gw waktu itu adalah rion. Orang2 di sekitar gw Cuma liat gw pingsan duang tapi dia dengan sigap gendong tubuh gw dan bawa gw ke uks.
Itu yang buat gw jatuh cinta ama dia,ya gw jatuh cinta ma saudara tiri gw itu terlebih lagi saudara gw itu lelaki,seseoran yang seharusnya tak aku cintai. Tapi aku terlanjur mencintai dia.
Meski dia benci banget ama gw,tapi waktu gw demam dia yang ngerawat gw sampai sembuh meskipun akhirnya dia bilang ‘gw gak akan bisa nyiksa lo klo lo sakit,gw belum puas ngancurin hidup lo’
Jujur gw seneng banget waktu dia ngerawat gw dengan telaten,mandiin gw,nyuapin gw,dan jagain gw malam2. Meskipun semua perhatiannya buat ngehancurin gw tapi gw seneng dia masih perhatian sama gw.
“ah udah lah fa,cape lama2 gw ama lo…ngasih tau ama lo sama aja gw ngasih tau batu tau gak keras kepala ”
Gw Cuma tersenyum denger celotehan silvy,silvy adalah sahabat baik gw dia sahabat baik gw dari kecil,dia juga tau tentang segala hal tentang gw,tentang keluarag gw juga tentang jati diri gw sebagai sesuka sesame jenis.
Gw beruntung bisa jadi sahabat dia,dia bisa nerima gw apa adanya,dia gak peduli dengan kondisi gw yang kayak gini dan dia biasa jadi teman curhat gw…
“hei ngapain bengong aja cepetan”
“lo emang my bestfriend gw vy”
“hah???lo lagi ngelindur ya???”
Gw ama silvy akhirnya berangkat bareng ke sekolah,yah gak ada yang aneh dengan sekolah. Gw lalui sekolah gw seperti hari biasanya,main dengan silvy dan ardhi sampai malam setelah pulang sekolah dan menemani mereka kencan meski jadi obat nyamuk,tapi yah memang begini lah kesseharianku,meski ada hal2 yang pahit tapi aku menyukai kehidupanku…..
Kira2 jam 8 malam gw baru nyampe rumah tapi pas sampe rumah mamah,papah dan rion udah nunggu gw di ruang tamu. ‘ada apa ini??’
“aku pulang mah,pah…ada apa ini tumben kalian kumpul??”tanya gw heran tapi mamah gak menjawab pertanyaan gw malah langsung nampar gw dengan keras
PLAAK
Gw kaget,dan gak ngerti apa yang terjadi sebenarnya
“kenapa mah??”
“dafa jawab pertanyaan mamah dengan jujur kamu gay??”teriak mamah
“maksud mamah apa dafa gak ngerti??”
“udah gak usah pura2 bego deh kamu,kamu gay atau ga??”
“e…enggak ”
“trus ini apa??”ucap mamah sambil melempar sebuah buku kearah gw,dan ketika gw liat itu buku diary gw…
“kok……mamah bisa nemuin buku itu??”
“rion yang nemuin buku harian kamu,jadi bener kamu gay?”
“….”
“JAWAB PERTANYAAN MAMAH DAFA??”
“…iya mah”jawab gw pelan,dan dengan seketika mamah langsung mukul gw,dan namapr gw lagi sampai gw bisa ngerasai ada darah yang mengalir di pinggir bibir gw
“DAFA KAMU MAU MEMEPERMALUKAN MAMAH SAMPAI MANA LAGI???,DARI DULU KAMU SELALU DAN SELALU MEMBUAT MAMAH KECEWA,SEKARANG KAMU MAU MEMPERMALUKAN MAMAH DENGAN ORIENTASI SEX KAMU HAH??? KAMU MEMANG ANAK YANG TIDAK TAHU DIUNTUNG DAFA,KAMU MEMPERMALUKAN MAMAH,KAMU JUGA MEMPERMALUKAN KELUARGA KITA….”teriak mamah kearah gw,gw liat papah mencoba menenangkan mamah,sementara rion Cuma tersenyum sinis sama gw.
Mamah narik tangan gw,dia langsung gusur gw dan masukin gw di kamar mandi,gw di guyur sama mamah
“KAMU MEMANG GAK TAU MALU DAFA”
“mah udah mah,kita bisa bicarakan ini baik2”
“BIAR PAH,BIAR ANAK GAK TAU DIRI INI MERENUNGI KELAKUANNNYA”
“mah,,udah mah”
“SEMOGA DENGAN INI KAMU BISA MERENUNGI KELAKUAN KAMU DAFA,DAN MAMAH HARAP KAMU BUANG JAUH2 HAL MEMALUKAN ITU”teriak mamah lagi,mamah ngunciin gw di kamar mandi dengan keadaan basah,sementara papah masih mencoba menenangkan mamah.
Gw Cuma bisa diam,gw gak bisa melawan karena biar bagaimanapun mamah benar gw udah membuat mamah kecewa…
‘ayah dafa rindu sama ayah’ucap gw dalam hati,gw tahan rasa sakit ini.
Kenapa kenapa rion tega banget ama gw padahal gw gak pernah membuat dia marah,gw udah lakuin semua yang dia inginin,gw udah jadi babu dia,gw udah mencoba menjadi anak yang bisa dia terima tapi kenapa kenapa lo tega banget ion??
Gw gak pernah minta lo bales perasaan gw ama lo
Gw gak pernah minta lo buat jadi pacar gw
Gw gak pernah maksaan perasaan gw ama lo
Gw Cuma ingin lo baik aja ama gw ion..gak lebih…
Gw terus mengulangi kata2 itu dalam hati sampai akhirnya gw terlelap…
Besoknya gwkebangun gara2 pintunya di dobrak sama rion
“heh bangun lo,masih idup lo,gak sekalian lo mati aja ????”ucapnya ke gw
Jujur hati gw sakit tapi lagi2 gw Cuma bisa diem dengan kata2 dia,gw gak bisa bales perkataan dia karena dia lelaki yang gw cintai,gw berdiri dan langsung berjalan menuju kamar gw bersiap2 buat sekolah,mamah masih terlihat jijik sama gw,papah mencoba untuk menasehati gw tapi gw gak denger.
Badan gw sakit semua dan kepala gw pusing tapi gw kudu tetap sekolah,gw gak mau mengecewakan mamah lebih dari ini…
Tapi ternyata keputusan gw masuk sekolah merupakan kesalahan besar,semua anak sekolah mandang gw dengan tatapan jijik,gw heran kenapa mereka ngehindari gw.
Gw liat silvy sama ardhi lari ngedeketin gw
“daf gawat”
“gawat kenapa??”
Silvy narik tangan gw dia bawa gw ke mading sekolah,sumpah gw kaget banget di mading sekolah ada curhatan gw tentang rion curhatan kalau gw suka ama rion,itu isi buku harian gw.
“heh…gak nyangka si dafa tuh homo”
“iya gw juga gak nyangka dia homo padahal kelihatannya dia anak baik2”
“ternyata sampah masyarakat ya dia ”
“eh jangan deket2 ntar lo ketularan lagi homonya dia”
“suka ama rion lagi,udah homo incest pula”
“amit2 deh gw punya saudara yang kayak gitu”
Semua cemoohan dan caci maki terlontar dari mulut anak2 satu sekolah,gw bingung pikiran gw kosong
“HEH DIAM LO PADA KAYAK LO SUCI AJA LO,NGACA DULU KALO NGOMONG”bela silvy,dia langsung ambil kertas diary gw yang ada di dinding,sementara ardhi dengan marahnya ngegebrak meja trus dia pergi dengan buru2,gw ama silvy langsung ngejar ardhi
“di lo mau kemana??”
“ngasih pelajaran ama kakak tiri lo”
“jangan di jangan”
“fa,dia udah keterlaluan ama lo,dia harus di beri pelajaran”ucap ardhi sambil ngelepas tangan gw,tenaga gw jauh lebih lemah di bandingkan ardhi yah maklum saja ardhi ikut karate dan sudah sabuk hitam.
Gw sama silvy masih ngejar ardhi yang kemarahannya udah muncak,dan ketika dia udah ngeliat target dia ardhi langsung lari. Dia nyengkram baju rion trus nonjok dia sampai dia tersungkur
“ARDHI”teriak gw
“apaan sih lo main tonjok aja”tanya rion
“heh…gak usah pura2 bego deh lo,lo kan yang nempelin diarynya dafa di mading”
“klo iya kenapa?? Masalah buat lo??”
“lo emang bener2 kurang ajar ion,lo manusia apa bukan sih lo tega ngebully saudara lo sendiri”
“hah saudara??? Gw gak ingat punya saudara homo kayak dia….apalagi suka ama gw jijik gw”balas rion,dan kali ini ardhi nonjok rion lagi.
Gw sama silvy berusaha untuk nenangin ardhi tapi tenaga ardhi terlalu kuat
“lo gak punya perasaan rion,emang dafa salah apa sama lo sampai2 lo ngerjain dia habis2an lo juga hancurin hidup dia,lo juga ambil semua milik dia masih belum puas juga lo…selama ini gw selalu sabar sama tingkah busuk lo..tapi kali ini lo udah keterlaluan rion”
“di udah di”
“lepasin gw daf,biar gw bunuh aja laki2 gak punya perasaan kayak dia”
“heh…ngapain lo belain homo sialan itu oh atau jangan2 lo suka lagi ama homo itu???,emang ya dia itu virus yang menyebar dengan cepat”
“brengsek lo”ucap ardhi dan dia bersiap buat mukul rion lagi tapi gw cegah dia,rion udah cukup bonyok,gw gak mau rion tambah bonyok lagi
“di plis di udah…..ini masalah gw di biar gw selesain sendiri”
“iya di,dafa bener gak ada gunanya juga kamu mukulin lelaki gak ada harganya itu,Cuma buang2 energi aja”
“shit….klo bukan karena dafa lo udah gw bikin mampus ion”ucap ardhi,gw langsung bawa ardhi pergi jauh dari rion
“bawa sana temen lo ketempat sampah sekalian,itu tempat yang cocok buat lo lo semua”teriak rion sambil tertawa bersama teman2nya
Ya Tuhan cobaan apalagi yang Engkau berikan padaku???
Apa aku sebegitu hinanya dimatamu sampai Engkau memberikan cobaan ini padaku??
Ketika gw,silvy,dan ardhi berada di tempat yang agak sepi. Silvy langsung meluk gw…
“dafa….lo gak usah khawatir gw sama ardhi disini sama lo…..lo gak sendirian dafa”
“vy…emangnya gw sebegitu hinanya ya sampai2 semua orang mencemooh gw??? Emangnya gw salah jatuh cinta sama lelaki lagi??...gw Cuma pingin hidup normal…gw gak minta lebih vy …gw udah lakuin yang gw bisa…gw udah jadi anak baik2…tapi kenapa mereka begitu membenci gw”gw udah depresi,gw gak tau lagi harus gimana,gw peluk silvy sekencang kencangnya,gw keluarin perasaan gw yang gw pendam selama ini
“gak fa lo gak hina,perasaan cinta lo juga gak salah…yang salah Cuma orang yang kmu cintai adalah lelaki brengsek yang gak punya hati ”
“vy…apa gw gak pantes buat hidup??? Apa gw segitu menjijikannya sampai dia benci ma gw…emangnya salah gw ama rion apa vy”
“fa….udah fa lo harus lupain co brengsek kayak dia,dia gak pantes dapetin cowo kayak kamu”balas silvy,dia ngelus2 punggung gw,gw nangis sejadi jadinya,ardhi dan silvy bolos sekolah demi nenangin gw.
Mereka nemenin gw sampai gw merasa tenang…
“lo udah tenang??”
“iya,thanks ya”
“ya udah pulang yuk,udah bel pulang nieh….kalian berdua tunggu disini aja ya gw ambil tas dulu”ucap ardhi
“lo temenin ardhi gih vy”
“eh…gw temenin lo aja”
“gak usah lo temenin ardhi aja kasian dia klo bawa dia tas tiga2,gw mau ambil sepeda ”
“ya udah,lo tunggu aja di parkiran entar gw ama ivy nyusul lo ke sana”
“ok”
Dan akhirnya gw pun pergi ke tempat parkir buat ambil sepeda gw,ketika gw sampai di tempat parkir ge ngeliat rion lagi ambil motor ninja yang dia parkirin di sana…
Tapi gw liat dia meringis kesakitan sambil megang pipinya yang di tonjok ardhi tadi,meski gw masih sakit hati ama kata2 dia tapi dia adalah cowo yang gw cintai jadi gw tetep ngerasa kasian ama dia,gw deketin dia meskipun gw agak takut
“ng….lo gak apa2 ion?”
“hah….lo lagi ngapain sih lo deketin gw”
“ng….soal ardhi gw minta maaf”
“gak perlu,gak penting juga lo minta maaf ama gw…udah minggir lo ganggu pemandangan gw aja lo”
“kenapa sih ion lo benci banget ama gw?? Emangnya gw punya salah apa sama lo sampai lo benci banget ama gw??”tanya gw tapi rion gak dengerin ucapan gw dia tetep aja ngambil motornya
“rion jelasin ke gw kenapa lo benci banget sama gw??? ”
“lepasin gw,gw jijik banget sama lo tau gak lo…lo mau tau kenapa gw benci banget sama lo???”
“……”
“itu karena lo udah bunuh nyokap gw”
“bunuh nyokap lo???”
“iya lo udah bunuh nyokap gw,lo lupa ama kejadian 5 tahun yang lalu???? Gara2 ngehindari lo yang nyebrang gak pake mata mobil nyokap gw nabrak pembatas jalan dan meninggal….ini semua gara2 lo nyokap gw meninggal….penderitaan yang selama ini lo rasain gak sebanding dengan apa yang gw rasain pas gw kehilangan nyokap gw ”
“trus gimana caranya supaya lo maafin gw??”
“klo lo bisa balikin nyokap gw baru lo gw maafin”ucapnya pelan,gw Cuma bisa diem gimana bisa gw balikin nyawa orang yang udah mati???
Baru beberapa langkah dia berjalan sambil bawa motornya,tiba2 beberapa anak dari sekolah lain datang,mereka bawa preman juga
“akhirnya gw bisa nemuin lo juga rion”
“lo lagi dan,lo gak bosen ya muncul di hadapan gw mulu”
“gw mau buat perhitungan ama lo karena lo udah ambil cewe gw si riska”
“udah gw bilang ama lo berkali2,klo bukan gw yang ngedeketin riska…cewe lo nya aja noh yang sok kecentilan”
“brengsek lo…gw bakal buat perhitungan ama lo”ucap cowo yang bernama danu itu,dia dan teman2 nya langsung mengelilingi rion dan siap2 menghajar dia
“RION”teriak gw
“diem lo gak usah ikut campur urusan gw…pergi sana lo”
“tapi ion….”
“udah gw bilang ga usah ikut campur urusan gw”
“oh itu temen lo??”ucap danu,dia dan beberapa temennya langsung ngedeketin gw dan narik tangan gw
“gak gw gak punya temen homo kayak dia ”balas rion,sumpah sakit banget hati gw denger kata2 rion tentang gw,segitu bencinya dia ama gw sampai dia gak mau anggep gw temennya
“hummm….lo dia bukan temen lo,brati gw boleh apa2in dia dong…lumayan manis juga dia sebagai seorang cowo”
Kata2 danu membuat gw jijik,dia ngedeketin gw dan membelai pipi gw…gw bener2 jijik
“dia gak ada urusannya ama lo,urusan lo ama gw”
“tenang aja setelah urusan gw dengan lo,gw baru berurusan dengan dia”ucap danu,dan seketika itu temen2 danu langsung mengeroyok rion,gw panik,histeris dan meronta-ronta gw pingin bantuin rion tapi tenaga gw kalah jauh di bandingin orang yang megangin gw.
Gw khawatir ama rion,selama ini dia memang jago dalam adu jotos tapi klo keroyokan kayak gini tetep aja rion bakal kalah,gw gigit tangan yang megang gw dan dia langsung ngelepasin gw..tapi belum beberapa langkah gw udah di hadang ama preman yang megangin gw,dia nonjok perut gw sakit banget rasanya,mereka juga mukulin dan nendangin gw sambil ngucapin sumpah serapah trus mereka megangin gw lagi..
Gw liat rion udah menuju jalan raya,dia masih aja adu jotos. Mata gw langsung melotot waktu dia kedorong ketengah jalan raya dan gw liat truk besar sedang melaju cepat ke arahnya…
Gw langsung berusaha ngelepasin tangan gw dari preman2 yang megang gw,gw langsung lari kea rah rion
“RION”teriak gw,gw langsung dorong rion kesisi jalan,beberapa saat kemudian yang gw rasa adalah tubuh gw terpental dan jeritan silvy dan ardhi yang neriakin nama gw.
Gw gak bisa ngerasain apa2,sekujur tubuh gw sakit semua,sampai2 tubuh gw mati rasa,gw ngedenger suara ardhi dan silvy yang manggil2 nama gw,samar2 gw juga denger suara rion yang panggil2 nama gw.
Gw ngerasa badan gw diangkat ke mobil ambulan,dan orang2 dari ambulan ngasih gw pertolongan pertama,mereka masangin masker oksigen ke gue..
Gw ngedenger silvy dan ardhi nangis sambil megang tangan gw,gw coba buka mata gw dikiri gw ada silvy dan ardhi dan di sebalh kanan gw ada rion yang megangin tangan gw…
Mungkin kalian pikir gw udah gila karena gw ngerasa bahagia di saat kondisi gw kayak gini,tapi beneran gw bahagia gw bahagia rion setidaknya peduli dengan gw,dengan nafas yang terputus putus gw mencoba untuk bicara setidaknya untuk terakhir kalinya gw ingin nyatain cinta ama dia,gw gak mau nyesel nantinya mungkin gak jelas tapi gw bilang sama rion ‘I love u’ dan setelah itu semuanya gelap
_end Dafa _
_rion POV_
Gw kaget banget waktu dia teriak manggil nama gw dan dorong gw,dan ketika gw mau bentak dia karena berani dorong gw…gw liat dia udah tergeletak dengan bersimbah darah. Gw lari ke arahnya gw coba pangku dia dan panggil dia tapi dia sama sekali gak buka matanya.
Danu cs langsung kabur begitu melihat dafa ketabrak,silvy dan ardhi langsung berlari mendekati dafa dan gw. Ardhi langsung telepon ambulan,dan gak berapa lama ambulan datang. Mereka langsung gotong tubuh dafa dan memberikan pertolongan pertama pada dafa.
Ardhi dan silvy langsung ikut mobil ambulan,reflex gw jg naik ke mobil ambulan. Silvy nangis sambil megang tangan dafa,sementara gw,gw peggang tangannya yang satunya lagi.
Sambil berdoa dalam hati semoga dia gak apa2 semoga dia baik2 aja,gw ngerasa tangannya bergerak gw liat kearah dia,dia tersenyum ama gw sambil bilang I love u sam gw dan setelah itu dia nutup matanya kembali. Tangisan silvy makin kencang.
Kenapa dia nolongin gw??
Padahal gw udah jahat banget ama dia,kenapa dia nolongin gw padahal gw benci dia setengah mati,gw udah hancurin hidup dia,gw juga udah ambil semua milik dia.
Tapi kenapa dia masih mau nolongin gw???
Gw benci banget ama lo,tapi gak bisa di pungkiri klo gw jatuh cinta ama lo. Apalagi pas gw baca diary lo yang bilang klo lo cinta banget ama lo gw seneng banget. Tapi klo mengingat lo yang udah nyebabin nyokap gw meninggal kebencian gw sama lo naik lagi. Kebencian gw ama lo ngalahin rasa cinta gw ama lo.
Gw ingin liat lo menderita,merasakan hal yang sama yang gw rasain ketika gw kehilangan nyokap gw.
Gw pingin liat lo berada dalam jurang keputus asaan sama kayak gw waktu kehilangan nyokap…
Tapi gw gak mau lo mati…gw gak mu lo mati kayak gini dafa….
Sekitar 30 menit kita sampai dirumah sakit,dafa langsung masuk ruang icu sementara gw,silvy dan ardhi nunggu di luar,gw sms bokap klo dafa kecelakaan dan bokap bilang dia bakal nyusul kesana.
6 jam gw nunggu dafa di ruang icu,6 jam gw terus2an berdoa supaya dia baik2 aja….
Tapi doa hanyalah doa,setelah 6 jam dokter keluar…
“maafkan saya…saya sudah berusaha semampu saya tapi…saya tidak bisa menyelamatkan nyawa saudara dafa”ucap dokter itu
Kontan gw langsung lemes,badan gw langsung kaku,dan silvy langsung menumpahkan marahnya ama gw,dia mukul2 gw sambil teriak supaya balikin dafa ama dia… gw Cuma diem aja gak berkata apa2…
Gw lihat nyokap tiri gw dan bokap gw datang,waktu ardhi kasih tau semuanya nyokap tiri gw gak percaya tapi ketika nyokap tiri gw liat badan dafa yang tertutupi selimut putih dia langsung jerit dan pingsan.
_end rion POV_
Hari itu langit sangat mendung dan hujan pun turun ketika semua orang telah pulang dari pemakaman,namun seorang remaja lelaki tengah berdiri disamping pusara seseorang.
DAFA REKSA PUTRA BIN HERMAWAN
LAHIR : 13 JUNI 1990
WAFAT : 5 MARET 2008
Begitulah yang tertulis di batu nisan pusara itu,remaja tersebut hanya berdiri diam tanpa beranjak dari tempatnya berdiri.
Sungguh bila dia tau jadinya akan begini dia gak akan menjahati saudaranya itu
Bila jadinya akan begini dia akan memberikan semuanya pada saudarannya termasuk cintanya
Klo tau semuanya jadi begini dia akan menjaga sauranya dan memperlakukannya seperti harta yang berharga..
Namun semuanya sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur..
Saudaranya sudah tak ada,lelaki yang dia cintai sudah tidak ada
Semuanya sudah terlambat
Bahkan hanya sekedar untuk bilang aku juga cinta padamu…
Yang tersisa hanyalah penyesalan yang sangat dalam…